Langsung ke konten utama

Liburan, Muslimah Wahdah Jaksel Bertabur Cinta


*Jakarta Selatan*- Hari Jum’at (12/2/21)  mengawali libur pada pekan kedua bulan Februari disambut Muslimah Wahdah Jakarta Selatan dengan kegiatan Seminar Cinta. Dihadiri sekitar 49 orang, seminar tersebut mengangkat tema “Jebakan Atas Nama Cinta”.


Disebabkan pandemi, kegiatan masih berlangsung secara online via Zoom meeting. Peserta tampak antusias dengan kegiatan tersebut, terhitung sejak room dibuka, peserta langsung menuju angka 20-an dan terus bertambah hingga 49 orang.


Ustazah Sumarti Muse, S.Pd, M.Pd memulai materi sekitar pukul 08.55 WIB setelah sebelumnya peserta disuguhkan video viral tentang fenomena cinta masa kini. 


“Cinta sejatinya tidaklah salah, hanya saja terkadang tempat dan waktu yang belum tepat. Kadang cinta itu sudah begitu besar tapi salah sasaran, kadang ia sudah begitu membuncah tetapi waktu belum tepat,” demikian pemaparan Ustazah Sumarti di salah satu kesempatan.


Lebih lanjut, beliau mengingatkan tentang bagaimana menempatan cinta dan memberikan porsi yang sepantasnya terkait cinta. Cinta yang paling besar seharusnya ditujukan kepada Robbul ‘alamin, Allah tabaraka wata’ala sebagai pencipta manusia. Beliau juga memaparkan tentang fenomena-fenomena yang sering terjadi di masyarakat terkait masalah cinta, salah satunya adalah ketika seseorang hanya mengkhususkan satu waktu untuk merayakan cinta. 


Beliau melanjutkan, sebagai seorang muslimah yang mencontoh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, cinta dan kasih sayang adalah tabiat yang bisa dirasakan kapan pun, bukan hanya waktu tertentu. Beliau juga mengingatkan tentang cinta yang salah serta memberikan tips mencintai yang berbuah pahala.


Kegiatan berakhir sekitar pukul 11.00 WIB setelah pemutaran video persembahan dari panitia. Peserta bukan hanya berasal dari Pulau Jawa tetapi juga Sumatera, Sulawesi, bahkan NTT. (FA)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAMBIL HIKMAH (Part 2 "Hadiah Istimewa Untuk Bunda Hebat)

  HADIAH ISTIMEWA UNTUK BUNDA HEBAT Hadiah untuk para ibu yang diuji dengan kesehatan anak Penulis: UmA 2. Mengambil Hikmah Selalu ada hikmah dari setiap kejadian, mungkin agar kita lebih dewasa, atau seringkali agar kita sadar dan kembali meniti jalan kebenaran. Atau terkadang melalui kejadian tersebut, ada pembelajaran istimewa yang Allah ingin hadirkan dalam kehidupan. Itulah yang terjadi saat ujian demi ujian seolah bertumpuk-tumpuk memenuhi tenggorokan. Bunda, cobalah untuk terus berprasangka baik kepada Sang Pencipta. Itulah langkah awal untuk mendidik jiwa ketika musibah menyapa. Sebab prasangka baik akan bernilai pahala dan membuahkan kebahagiaan serta kebaikan. Sebaliknya, berprasangka buruk dan mencela takdir-Nya hanya akan menyisakan kesempitan serta membawa diri dalam jurang keputusasaan. Buruk sangka hanya akan membuat hidup ke depannya lebih sulit, masalah lain pun akan bermunculan. Sungguh, itu terjadi. Mungkin, terus menjaga prasangka baik itu berat, tapi teruslah m...

BUNDA, JANGAN BERSENDIRIAN (PART 11 "Hadiah Istimewa Untuk Bunda Hebat")

  BUNDA, JANGAN BERSENDIRIAN Bunda, jangan merasa sendiri. Tentu karena memang kita tak pernah sendirian, sebab Allah ta’ala Maha Melihat dan Mengawasi kita. “Dan Allah bersama kamu (dengan ilmu-Nya) di mana saja kamu berada.” [QS. Al-Hadid: 4] Kemudian, Bunda, apa yang Bunda alami bukan hanya Bunda satu-satunya. Berdasarkan data berjalan 2020 dari Biro Pusat Statistik (BPS), jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 22,5 juta atau sekitar lima persen (Kemensos). Entah itu dari sisi intelektual, mental, sensorik, dan ganda/multi. Selain itu, Ketua Pusat Layanan Penyakit Langka di  Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo  atau RSCM, Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif Sp.A(K) menyebut diperkirakan ada 10 persen dari total penduduk atau sekitar 25 juta orang yang menderita penyakit langka di Indonesia. Bukankah angka yang cukup fantastis? Maka kuatkanlah hatimu, Bunda! Dan siapkan diri untuk mencari informasi dan komunitas. Minimal kita bisa mendapatkan ilmu tentang penanganan ...

Bukan Mengejar Angan

  Untukmu yang merindukan kebaikan Yang siang malamnya berharap dipenuhi kebahagiaan Untukmu yang jiwanya merindukan keberkahan Di setiap hela nafas hingga ke-semu-an pamit pulang Kadang engkau mungkin merasa, bahwa bahagia hanyalah dongeng yang takkan jadi nyata bahwa bahagia hanya untuk mereka yang punya segala kemewahan atau bahkan, bahagia hanyalah sandiwara yang dipaksakan Tetapi kawan.. Bahagia bukanlah fatamorgana Bahagia adalah kenyataan bagi mereka yang mau berjuang untuknya Ia akan memenuhi hati saat musuhnya terusir pergi Bahagia yang tak kenal waktu, usia, atau tempat Setiap saat ia ada.. hingga waktunya berpisah dari dunia Satu hal yang perlu engkau camkan, Bahagia itu punya harga mahal.. Tetapi bukan dengan rupiah, dollar, emas, perak, atau perhiasan lainnya Maukah engkau mengetahuinya? Bahagia itu bernama 'ihsan', yang datang bersama islam dan iman Bahagia itu ialah saat engkau selalu merasa dekat dengan Robbul Ízzah Bahagia itu saat engkau tahu bahwa Dia ázza wa...