Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Parenting

Mendampingi Dengan Kesabaran

Sumber: Facebook Cahaya Makassar Penulis: Nurmayanti Zain, LCPC (Professional Parenting Coach, Pembina Rumah Qur’an Cahaya ) Bismillaah Dalam mendampingi pembelajaran anak, mari sama-sama meluruskan niat di awal. Kegiatan pembelajaran dilakukan tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menggapai ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala. Karenanya ikhlas adalah hal yang harus kita bawa dalam perjalanan belajar ini. Kita bukan mau gaya-gayaan, bukan juga mau pamer di media sosial, lebih-lebih mau mendapat sanjungan atau bahkan pembuktian bahwa kita ibu yang berhasil mendidik anak-anak dengan baik. Bukan. Karenanya mari ikhlaskan. Mendampingi pembelajaran anak butuh kesabaran. Hanya karena kita sudah melakukan banyak hal dan berkorban habis-habisan untuk mendampingi anak belajar, belum tentu anak memperlihatkan hasil yang sesuai harapan kita. Maka dari itu, tidak perlu berekspektasi. Yang perlu kita lakukan hanya berusaha, berproses dan banyak-banyak berdoa, sedang hasilnya serahkan pada Allah. ...

Kisah: Pintu Hidayah

 Bismillahirrahmanirrahiim “Ada anak yang menjadi wasilah hidayah buat orang tua nya tapi ada jg sebab didikan orangtuanya lah anak tersebut terjaga dalam hidayahNya...” (Ustazah Karimha Tunnisa) ——— MasyaAllah.. membaca komentar yang berfaidah dari ustazah membuat saya mengingat kisah hijrah salah satu member grup Sharing Muslimah Wahdah Jaksel . 1: Beliau lahir dari keluarga yang cukup kuat mengenal agama. Orang tua yang sering menasihati agar ia tak memakai celana atau menyuruhnya menutup aurat, ternyata di awalnya belum menggerakkan hatinya. Raganya mengenakan hijab tetapi hatinya belum tunduk, hanya sebatas “perintah orang tua”, sehingga masih ada “curi-curi” waktu untuk mengenakan pakaian yang tak syar’i.  Waktu bergulir dan ia mendapat ujian dari sisi pergaulan. Di masa-masa berat itu, orang tuanya yang baru saja pulang umrah ternyata menghadiahkannya sebuah jilbab yang begitu indah di matanya seolah menjadi jalan hidayahnya. Alhamdulillah - Segala puji bagi Allah ta’al...

Sharing Parenting: Ragu Saat Mengasuh Anak

  Di antara syubhat pengasuhan anak yang biasa kita dengarkan: “Anak saya dulu juga ngga saya didik tapi besarnya baik,” “Dulu anaknya mba fulanah ditelantarkan sekarang besarnya sukses juga, bagus juga..”  “Itu anaknya ustaz Fulan, orang tuanya jungkir balik ngurusin tapi jatohnya nakal juga,” “Hidayah itu milik Allah, udah biarin aja anaknya (melakukan sesukanya),” —— Bismillah.. saya mencoba sharing ilmu yang semoga bermanfaat.. hasil telaah saya terhadap beberapa kondisi yang terjadi. Jika ada kekeliruan, mohon dikoreksi via japri ya 😊.  Beberapa pertanyaan atau pernyataan di atas kadang terdengar atau terlintas di hati seorang ibu. Saat kita -sebagai ibu- mendengarkan atau merasakan sendiri perasaan seperti itu, apa yang akan kita jawab? (Kadang-kadang kita ‘kan berdialog dengan hati kita sendiri ya?) Jika kita menjawab, “iya ya? Berarti anak saya nggak usah dididik gitu? Atau bagaimana ya?” Mungkin masih ada kebimbangan dalam diri kita sendiri karena belum pernah m...

Sebait Syair untuk Sang Syahid Mungil

  Oleh: Al-Ukh Syifa (Ummu Syahid) Saat pertama ku sentuh tangan mu, ada rasa yang tidak dapat terungkap Setelah sekian lama menanti akhirnya mendapatkan juga kesempatan untuk saling berinteraksi denganmu, Nak Meskipun qadarullah interaksi itu adalah yang pertama dan terakhir Ku belai lembut rambutmu, wajah yang mungil, ku pengang tanganmu yang lentik dan mungil. Ku rasakan balasan genggaman erat tangan mu. maa sya allah.. haru terasa menyejukkan jiwaku sempurna rasanya diri sebagai seorang wanita Kubacakan ayat-ayat suci untuk menguatkan mu Aku liat matamu yang kecil nan  bening Dan mulut mu yang imut tertancap selang, terbuka seakan kau menangis manja kepada ku Dan berkata pada kami "ibu...abi aku senang bertemu kalian,aku tau  perjuangan kalian dan aku pun sudah berjuang tapi rasanya aku sudah lelah,aku sakit ibu..abi  Maafkan aku yg tdk bisa bersama kalian. Aku sayang sama abi dan ibu, terimakasih untuk semua perhatian dan kasih sayang ibu dan abi, aku bersyukur...

Hasil Tarbiyah Ramadan di Masa Pandemi Bagi Si Balita

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcRqb415pBEK8mPgFlyNhZLWLmCKa5fcM58PXRcCuDAL3oPPpn0v&usqp=CAU —Hasil Tarbiyah Ramadan di Masa Pandemi Bagi Si Balita— Begitu banyak hal yang berubah saat pandemi menyapa. Dari hal kecil seperti kebiasaan di rumah, sampai hal besar seperti perekonomian bangsa. Tetapi, bagi keluarga kecil kami, pandemi ini menjadi momen dengan begitu banyak hikmah. Apalagi, masyaAllah, pandemi mulai menyapa negeri ini saat Ramadan bersiap datang. Sehingga keluarga kami yang diizinkan Allah menjalani detik-detik keberkahan di masa pandemi menjadi luar biasa kesannya. Alhamdulillah, mungkin, bisa dikata, baru setelah Ramadan inilah ‘tarbiyah Ramadan di masa pandemi’ mulai menunjukkan hasil. Shalat si abah yang biasanya di masjid lalu berubah menjadi imam keluarga sejak pandemi, sepertinya menjadikan shalat lebih berkesan bagi si kecil. Apalagi bagi si kecil kami yang masih malu-malu di tempat umum. Saat Ramadan, si kecil kami masi...

Mereka adalah Apa yang Kita Perdengar & Perlihatkan Hari ini

Sumber: Unsplash 🌻 Mereka adalah Apa yang Kita Perdengar & Perlihatkan Hari ini  🌻 Oleh : Nur Laela.Dj (Ummu Muhammad)  Seorang ibu bertanya kepada kami tentang    metode yang kami gunakan ketika melihat Muhammad kecil kami, yang waktu itu masih berusia 2 thn 3 bulan, sudah mampu menghafalkan Al-fatihah & 4 surah pendek lainnya -biidznillah. Walau belum sempurna pelafadzannya karena lisannya yang masih cukup cadel.

DRAMA SI KECIL IMBAS DARI COVID 19

Oleh: Nurlaela.Dj ummu Muhammad Dzuhur kemarin ketika adzan mesjid berkumandang begitu lantang. Si dede yang tadinya hendak ber-qailullah bersamaku dan sudah dalam kondisi setengah sadar, tiba-tiba terbangun & bergegas turun dari kasur.  "Ajan solah.. Solah" begitu ia memberi tahuku, bahwa sudah adzan waktunya sholat. Kemudian ia setengah berlari menuju ke kamar omnya, yang berada tepat didepan kamar kami "om.. om solah.. Solah". Tapi karena ia dapati tidak ada siapa-siapa di dalam kamar, ia pun kembali bergegas membuka laci kecil & mengambil peci kesayangannya.