Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Syair dan Puisi

Bicara Cinta

  *Bicara Cinta* Kita semua sepakat Bahwa bukanlah cinta jika hanya sebatas kata Sebab cinta akan menunjukkan bukti Bahkan tanpa dipinta Karena demikianlah fitrah cinta yang sejati Seperti seorang ibu, yang rela terjaga demi buah hati yang sedang menangis di tengah malam Seperti seorang ayah, yang rela bermandikan peluh, menanggung penatnya bekerja demi nafkah keluarga Seperti seorang anak, yang rela menggendong ibunya thawaf di Kakbah Atau seperti seorang lelaki yang tetiba mengetuk pintu rumah dan berjuang menghalalkan seorang gadis dengan sebaik-baiknya Maka kita semua selalu sepakat Bahwa cinta seharusnya memiliki bukti nyata Lalu, tidakkah kita tahu bahwa Robb kita tabaraka wata’ala memberikan kita begitu banyak bukti rahman-Nya? Udara yang kita hirup, jantung yang masih berdegup, mata yang masih bisa melihat, awan yang membawa hujan.. Ah.. di antara bukti-bukti itu, ada bukti cinta yang sangat nyata yang Allah tabaraka wata’ala turunkan..  Tahukah engkau? Bukti cinta All...

Penenang Untuk Para Da’iyah

 #SerialNasihatDakwah #2 Ukhti.. Dalam perjalanan dakwah ini, mungkin tak sedikit akan engkau jumpai orang-orang yang mengabaikan dakwahmu..  mengabaikan ajakanmu agar mereka kembali untuk beribadah kepada Rabbul ‘alamin dengan sebenar-benar petunjuk.. Chat yang berkali-kali tak digubris.. Ajakan berkali-kali yang tak diacuhkan.. Bahkan.. seringkali engkau akan mendapati.. Bukannya menerima, mereka malah mencela dan menjadikanmu bahan ejekan.. Atau.. bahasa zaman kini, bully verbal atau fisik akan engkau temui Dikucilkan Dianggap tidak penting Dianggap tidak ada Berat..  Ukhti.. Tahukah kau? Bahwa Allah tabaraka wata’ala telah menurunkan penenang untukmu.. Dikisahkan-Nya kepadamu seorang Nabi yang begitu sabar berdakwah kepada kaumnya 900 tahun lebih lamanya! Dan di akhirnya.. apakah pengikutnya jutaan? Tidak.. hanya sedikit.. hanya sedikit.. Tahukah kau? Bagaimana Allah ta’ala memandang Nabi yang di-“bully” kaumnya ini? Allah ta’ala *memujinya*! Bahkan.. menjadikannya 1 ...

Tegarlah, Saudariku Sayang

 #SerialNasihatDakwah  #1 Ukhti habibaty Ukhtiku sayang... Engkau mungkin merasa amanah dakwah sangatlah berat Terkadang, engkau harus bersembunyi di sudut rumah untuk menumpahkan air mata Terkadang, engkau harus tetap tersenyum walau hati berkecamuk gelisah Ukhtiku sayang... Terkadang, engkau bahkan kebingungan karena amanah dakwah ini telah menyita begitu banyak darimu Sedangkan anak-anak dan keluargamu pun masih begitu butuh dengan sentuhanmu Ukhtiku sayang... Amanah ini memang sungguh begitu berat.. tetapi coba kita sama-sama melihat apa yang Rabb kita firmankan.. “Atashbiruun?”  Maukah kamu bersabar? Ya, Rasul kita shallallahu ‘alaihi wasallam dan orang-orang beriman yang menyertai beliau.. harus merasakan begitu banyak penderitaan Dicela, dihina, disiksa Bahkan harus diusir dari kampung halamannya Dikatakan pemecah belah keluarga Dikatakan sok suci Dikatakan gila! Bahkan direncanakan pembunuhan Tapi.. apa perintah Allah? “Atashbiruun?” Maukah kamu bersabar? Ishbir y...

๐’ฎ๐“Ž๐’ถ๐’พ๐“‡ ๐’ด๐’ถ๐“ƒ๐‘” Mโ„ฏ๐“‚๐’ท๐“Š๐’ถ๐“‰ โ„๐“‚๐’ถ๐“‚ ๐’œ๐’ฝ๐“‚๐’ถ๐’น Mโ„ฏ๐“ƒ๐’ถ๐“ƒ๐‘”๐’พ๐“ˆ ๐’ฏโ„ฏ๐“‡๐“ˆโ„ฏ๐’น๐“Š-๐“ˆโ„ฏ๐’น๐“Š

https://www.dictio.id/uploads/db3342/original/3X/d/4/d459a6eb8aba91e16f8500acfcdb60d924019682.jpeg   ๐’ฎ๐“Ž๐’ถ๐’พ๐“‡ ๐’ด๐’ถ๐“ƒ๐‘” Mโ„ฏ๐“‚๐’ท๐“Š๐’ถ๐“‰ โ„๐“‚๐’ถ๐“‚ ๐’œ๐’ฝ๐“‚๐’ถ๐’น Mโ„ฏ๐“ƒ๐’ถ๐“ƒ๐‘”๐’พ๐“ˆ ๐’ฏโ„ฏ๐“‡๐“ˆโ„ฏ๐’น๐“Š-๐“ˆโ„ฏ๐’น๐“Š Jika Rabb-ku berkata kepadaku, “Apakah engkau tidak malu bermaksiat kepada-Ku?” Engkau menutupi dosamu dari makhluk-Ku tapi dengan kemaksiatan engkau mendatangi-Ku Maka bagaimana aku akan menjawabnya? Aduhai, celakalah aku dan siapa yang mampu melindungiku? Aku terus menghibur jiwaku dengan angan-angan dari waktu ke waktu Dan aku lalai terhadap apa yang akan datang setelah kematian dan apa yang akan datang setelah aku dikafani Seolah-olah aku akan hidup selamanya dan kematian tidak akan menghampiriku Dan ketika sakaratul maut yang sangat berat datang menghampiriku, siapakah yang mampu melindungiku? Aku melihat wajah-wajah manusia, tidakkah ada di antara mereka yang akan menebusku? Aku akan ditanya tentang apa yang telah aku persiapkan untuk dapat menyelamatkanku (di hari pembalasan) Maka bagaiman...

Bukan Mengejar Angan

  Untukmu yang merindukan kebaikan Yang siang malamnya berharap dipenuhi kebahagiaan Untukmu yang jiwanya merindukan keberkahan Di setiap hela nafas hingga ke-semu-an pamit pulang Kadang engkau mungkin merasa, bahwa bahagia hanyalah dongeng yang takkan jadi nyata bahwa bahagia hanya untuk mereka yang punya segala kemewahan atau bahkan, bahagia hanyalah sandiwara yang dipaksakan Tetapi kawan.. Bahagia bukanlah fatamorgana Bahagia adalah kenyataan bagi mereka yang mau berjuang untuknya Ia akan memenuhi hati saat musuhnya terusir pergi Bahagia yang tak kenal waktu, usia, atau tempat Setiap saat ia ada.. hingga waktunya berpisah dari dunia Satu hal yang perlu engkau camkan, Bahagia itu punya harga mahal.. Tetapi bukan dengan rupiah, dollar, emas, perak, atau perhiasan lainnya Maukah engkau mengetahuinya? Bahagia itu bernama 'ihsan', yang datang bersama islam dan iman Bahagia itu ialah saat engkau selalu merasa dekat dengan Robbul รzzah Bahagia itu saat engkau tahu bahwa Dia รกzza wa...

Makna Merdeka Bagi Jomblo Berkualitas

  Oleh: Kurnia Merdeka artinya tidak bersandar pada seseorang yang hanya kan membuatmu kecewa Merdeka artinya tidak lupa diri saat dipuji, tak pula sakit hati saat dicaci Merdeka artinya menikmati kesendirian dengan perubahan dan pemantasan Merdeka artinya berani hijrah tanpa harus takut akan ejekan dan celaan Merdeka artinya keluar dari friendzone masuk ke halalzone Merdeka artinya berani menghalalkan dengan penuh keyakinanan Merdeka artinya berani memilih yang terbaik untuk dunia akhiratmu Merdeka itu artinya menebarkan kebaikan pada orang sekitar yang kau cintai dan membutuhkan Merdeka itu artinya percaya diri menatap masa depan, juga berdamai dengan masa lalu Merdeka itu artinya memilih tuk memaafkan, walau kau mampu tuk membalas.  Merdeka itu .... *Jawab dengan versimu sendiri ๐Ÿ˜„

Sebait Syair untuk Sang Syahid Mungil

  Oleh: Al-Ukh Syifa (Ummu Syahid) Saat pertama ku sentuh tangan mu, ada rasa yang tidak dapat terungkap Setelah sekian lama menanti akhirnya mendapatkan juga kesempatan untuk saling berinteraksi denganmu, Nak Meskipun qadarullah interaksi itu adalah yang pertama dan terakhir Ku belai lembut rambutmu, wajah yang mungil, ku pengang tanganmu yang lentik dan mungil. Ku rasakan balasan genggaman erat tangan mu. maa sya allah.. haru terasa menyejukkan jiwaku sempurna rasanya diri sebagai seorang wanita Kubacakan ayat-ayat suci untuk menguatkan mu Aku liat matamu yang kecil nan  bening Dan mulut mu yang imut tertancap selang, terbuka seakan kau menangis manja kepada ku Dan berkata pada kami "ibu...abi aku senang bertemu kalian,aku tau  perjuangan kalian dan aku pun sudah berjuang tapi rasanya aku sudah lelah,aku sakit ibu..abi  Maafkan aku yg tdk bisa bersama kalian. Aku sayang sama abi dan ibu, terimakasih untuk semua perhatian dan kasih sayang ibu dan abi, aku bersyukur...

Teruntuk Kamu: Ukhti

Sumber: minanews Oleh: Koko.ED “Ukhti.." Sapaan yang  ku sematkan padamu sejak kali pertama kita bertemu Itu pula yang diam-diam kau sematkan untukku ketika lembutnya suaramu menyapaku Satu kata yang penuh makna Ada kasih yang mengalir saat mengucapnya Jutaan cinta yang tercurah hanya karenaNya saat mengejanya Dan itu ku sematkan hanya untukmu Ya, untukmu ukhti.. “Ukhti.." Adalah sapaan yang  tak biasa, Lebih dari sekedar istimewa Sapaan yang  membuat kita saling memahami meski di saat kondisi yang sangat sulit sekalipun untuk sekedar berlapang  dada Sebab ia bukan lahir dari aksara semata, Ia tumbuh bersama iman yang ada dalam dada kita Karenanya, sapaan ini takkan mudah punah hanya karena goresan-goresan pilu dan jenuh antara kita Sebab, kita sama-sama punya cinta yang satu, yang senantiasa kekal, Cinta kita bermuara pada satu tempat yang sama, pada  Sang Maha kekal “Uhibbukifillah, Ukhti.." Ungkapan mulia nan sakral, tak pernah ring...