Langsung ke konten utama

BUNDA, JANGAN BERSENDIRIAN (PART 11 "Hadiah Istimewa Untuk Bunda Hebat")

 



BUNDA, JANGAN BERSENDIRIAN


Bunda, jangan merasa sendiri. Tentu karena memang kita tak pernah sendirian, sebab Allah ta’ala Maha Melihat dan Mengawasi kita.

“Dan Allah bersama kamu (dengan ilmu-Nya) di mana saja kamu berada.”

[QS. Al-Hadid: 4]

Kemudian, Bunda, apa yang Bunda alami bukan hanya Bunda satu-satunya. Berdasarkan data berjalan 2020 dari Biro Pusat Statistik (BPS), jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 22,5 juta atau sekitar lima persen (Kemensos). Entah itu dari sisi intelektual, mental, sensorik, dan ganda/multi.

Selain itu, Ketua Pusat Layanan Penyakit Langka di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau RSCM, Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif Sp.A(K) menyebut diperkirakan ada 10 persen dari total penduduk atau sekitar 25 juta orang yang menderita penyakit langka di Indonesia.

Bukankah angka yang cukup fantastis?

Maka kuatkanlah hatimu, Bunda! Dan siapkan diri untuk mencari informasi dan komunitas. Minimal kita bisa mendapatkan ilmu tentang penanganan yang tepat untuk buah hati. Misalnya, mengetahui informasi penting jika terjadi kegawatdaruratan, nutrisi yang sebenarnya dibutuhkan, serta cerita-cerita yang dapat menunjang kualitas hidup si kecil. Tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak dan konsultasi dengan dokter yang kompeten.


===================================

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAMBIL HIKMAH (Part 2 "Hadiah Istimewa Untuk Bunda Hebat)

  HADIAH ISTIMEWA UNTUK BUNDA HEBAT Hadiah untuk para ibu yang diuji dengan kesehatan anak Penulis: UmA 2. Mengambil Hikmah Selalu ada hikmah dari setiap kejadian, mungkin agar kita lebih dewasa, atau seringkali agar kita sadar dan kembali meniti jalan kebenaran. Atau terkadang melalui kejadian tersebut, ada pembelajaran istimewa yang Allah ingin hadirkan dalam kehidupan. Itulah yang terjadi saat ujian demi ujian seolah bertumpuk-tumpuk memenuhi tenggorokan. Bunda, cobalah untuk terus berprasangka baik kepada Sang Pencipta. Itulah langkah awal untuk mendidik jiwa ketika musibah menyapa. Sebab prasangka baik akan bernilai pahala dan membuahkan kebahagiaan serta kebaikan. Sebaliknya, berprasangka buruk dan mencela takdir-Nya hanya akan menyisakan kesempitan serta membawa diri dalam jurang keputusasaan. Buruk sangka hanya akan membuat hidup ke depannya lebih sulit, masalah lain pun akan bermunculan. Sungguh, itu terjadi. Mungkin, terus menjaga prasangka baik itu berat, tapi teruslah m...

๐’ฎ๐“Ž๐’ถ๐’พ๐“‡ ๐’ด๐’ถ๐“ƒ๐‘” Mโ„ฏ๐“‚๐’ท๐“Š๐’ถ๐“‰ โ„๐“‚๐’ถ๐“‚ ๐’œ๐’ฝ๐“‚๐’ถ๐’น Mโ„ฏ๐“ƒ๐’ถ๐“ƒ๐‘”๐’พ๐“ˆ ๐’ฏโ„ฏ๐“‡๐“ˆโ„ฏ๐’น๐“Š-๐“ˆโ„ฏ๐’น๐“Š

https://www.dictio.id/uploads/db3342/original/3X/d/4/d459a6eb8aba91e16f8500acfcdb60d924019682.jpeg   ๐’ฎ๐“Ž๐’ถ๐’พ๐“‡ ๐’ด๐’ถ๐“ƒ๐‘” Mโ„ฏ๐“‚๐’ท๐“Š๐’ถ๐“‰ โ„๐“‚๐’ถ๐“‚ ๐’œ๐’ฝ๐“‚๐’ถ๐’น Mโ„ฏ๐“ƒ๐’ถ๐“ƒ๐‘”๐’พ๐“ˆ ๐’ฏโ„ฏ๐“‡๐“ˆโ„ฏ๐’น๐“Š-๐“ˆโ„ฏ๐’น๐“Š Jika Rabb-ku berkata kepadaku, “Apakah engkau tidak malu bermaksiat kepada-Ku?” Engkau menutupi dosamu dari makhluk-Ku tapi dengan kemaksiatan engkau mendatangi-Ku Maka bagaimana aku akan menjawabnya? Aduhai, celakalah aku dan siapa yang mampu melindungiku? Aku terus menghibur jiwaku dengan angan-angan dari waktu ke waktu Dan aku lalai terhadap apa yang akan datang setelah kematian dan apa yang akan datang setelah aku dikafani Seolah-olah aku akan hidup selamanya dan kematian tidak akan menghampiriku Dan ketika sakaratul maut yang sangat berat datang menghampiriku, siapakah yang mampu melindungiku? Aku melihat wajah-wajah manusia, tidakkah ada di antara mereka yang akan menebusku? Aku akan ditanya tentang apa yang telah aku persiapkan untuk dapat menyelamatkanku (di hari pembalasan) Maka bagaiman...