Langsung ke konten utama

PERBANYAK ISTIGHFAR DAN MUHASABAH (PART 7 "Hadiah Istimewa untuk Bunda Hebat")

 


Perbanyak Istighfar dan Muhasabah

Sungguh di antara sebab musibah adalah dosa dan maksiat. Boleh jadi kita sering lalai, sering sombong, mengabaikan tabir-tabir larangan Allah ta’ala sehingga Allah ta’ala pun menegur kita dengan musibah. Agar kita kembali kepada kebenaran. Tetapi sungguh Tuhan kita Maha Pemurah lagi Maha Pengampun, sebesar apa pun khilaf kita, Dia sangat senang dengan taubat sang hamba. Bahkan, menjanjikan begitu banyak keutamaan bagi mereka yang bertaubat, kembali pada-Nya.

Di antara keutamaannya, istighfar akan mendatangkan keberkahan, di antaranya dalam bentuk hujan. Sebagaimana Nabi Nuh ‘alaihi salam mengajarkan kepada umatnya.

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا . يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

“maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat”. (QS. Nuh: 10-11)

Bahkan banyak beristighfar membuka pintu rezeki.

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا . يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

“dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai”. (QS. Nuh: 12)

Maka senantiasa basahi lisan dengan taubat, penuhi hati dengan kelembutan. Mudah-mudahan gelombang besar kehidupan yang sedang Bunda alami akan berakhir bahagia, dan akhir paling bahagia bagi seorang hamba adalah berjumpa dengan Sang Pencipta, menatap wajah-Nya yang mulia di surga yang penuh kenikmatan.

Didatangkan penduduk neraka yang paling banyak nikmatnya di dunia pada hari kiamat. Lalu ia dicelupkan ke neraka dengan sekali celupan. Kemudian dikatakan kepadanya, ‘Wahai anak Adam, apakah engkau pernah merasakan kebaikan sedikit saja? Apakah engkau pernah merasakan kenikmatan sedikit saja?’ Ia mengatakan, ‘Tidak, demi Allah, wahai Rabb-ku.” Didatangkan pula penduduk surga yang paling sengsara di dunia. Kemudian ia dicelupkan ke dalam surga dengan sekali celupan. Kemudian dikatakan kepadanya, ‘Wahai anak Adam, apakah engkau pernah merasakan keburukan sekali saja? Apakah engkau pernah merasakan kesulitan sekali saja?’ Ia menjawab, ‘Tidak, demi Allah, wahai Rabb-ku! Aku tidak pernah merasakan keburukan sama sekali dan aku tidak pernah melihatnya tidak pula mengalaminya

(HR. Muslim no. 2807).


====================================================================

Komentar