Langsung ke konten utama

Kenapa Kita Membaca Al-Qur'an? (2)

Tulisan sebelumnya bisa sahabat shalihat buka di link ini.

Sumber gambar: Google
Menyambung tulisan sebelumnya, maka kita telah mengetahui apa pengertian Al-qur'an secara bahasa dan istilah. Pengertian secara istilah ini yang kemudian kita gunakan untuk memaknai Al-qur'an. Kali ini ayo berkenalan lebih jauh dengan Al-qur'an.. Sudah baca Al-qur'an hari ini?

Al-qur'an Bukanlah Syair dan Dongeng

Apa sih dongeng itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesiadongeng/do·ngeng/ /dongéng/ n yaitu: 1 cerita yang tidak benar-benar terjadi (terutama tentang kejadian zaman dulu yang aneh-aneh): anak-anak gemar mendengarkan -- Seribu Satu Malam; 2 ki perkataan (berita dan sebagainya) yang bukan-bukan atau tidak benar: uraian yang panjang itu dianggapnya hanya -- belaka.

Maka jelaslah bahwa Al-qur'an bukanlah dongeng. Di dalam Al-qur'an kita banyak mendapatkan kisah-kisah Nabi, orang shalih, atau kisah hikmah lain. Nah, orang-orang yang tidak beriman kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengingkari Al-qur'an dengan menyebutnya sebagai dongeng. Padahal itu bukanlah dongeng melainkan 'Al-qashash'  atau kisah nyata yang sungguh terjadi. Al-qur'an mengabadikan perkataan orang-orang kafir Quraisy tersebut:
"...Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: “Al-Quran ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu“. (Terjemah Qs. Al-An'am)
Salah satu pakar parenting islami, Ustaz Budi Ashari, pernah menasihatkan kepada para orang tua agar membacakan kisah kepada anak-anak mereka, bukan dongeng. Mengapa? Karena dongeng (terutama dongeng yang familiar di tengah masyarakat) sering memuat hal-hal tidak benar yang secara tidak sadar akan mempengaruhi alam bawah sadar anak kita, contoh yang sering diangkat ialah Si Kancil misalnya. Tetapi kisah, terutama ksiah Nabi dan Rasul, kisah para ulama dan pejuang Islam, kisah di dalam Al-qur'an akan memberikan nilai keimanan dan perjuangan yang tertanam ke benak anak, dan kisah tersebut realistis karena nyata terjadi di zaman dahulu.

Selain itu, di antara bentuk penolakan yang dilayangkan oleh orang-orang kafir Quraisy kepada Rasulullah terhadap Al-qur'an ialah dengan menyebutnya sebagai sya'ir. Kemudian, Allah subhanahu wata'ala langsung membantahnya dengan berfirman:
"Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan," (Terjemah Qs Yaasin:69)
" Sesungguhnya ia (Al-qur'an) benar-benar wahyu (yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia, dan ia (Al-qur'an) bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya," (Terjemah Qs. AL-Haqqah: 40-41)
Apa sih itu sya'ir? Sya'ir kalau menurut bahasa kita berarti sajak atau puisi. Sebenarnya dalam Islam, kita tidak dilarang untuk bersyair atau bersajak, hanya saja Allah subhanahu wata'ala menekankan bahwa Al-qur'an adalah wahyu dan bukan sya'ir. Kata-kata indah yang bisa dirasakan dari tiap ayat Al-qur'an bukan hanya keindahan yang menentramkan tetapi juga sarat akan makna.
Masyarakat jahiliyah sangat mengelu-elukan para penyair karena kepandaian mereka mengolah kata, sehingga mengatakan bahwa Al-qur'an termasuk salah satunya. Padahal, Al-qur'an jauh lebih sempurna dari sekadar sya'ir gubahan manusia, sebab Al-qur'an adalah kalam Allah, wahyu dari-Nya. Al-qur'an bukanlah makhluk.

Olehnya, Allah subhanahu wata'ala sampai menurunkan surah Asy-Syu'araa, surah yang menerangkan bahwa penyair dan Rasul itu tidaklah sama. Bahkan, surah ini adalah surah yang berada di tengah Al-qur'an tetapi kembali terdiri lebih dari 200 ayat setelah surah-surah di awal Al-qur'an. Ayat-ayatnya pun memiliki akhiran yang berima indah. Di surah ini, Allah menegaskan bahwa para penyair (musyrik) itu diikuti oleh orang-orang yang sesat, suka memutarbalikkan lidah, serta tidak mempunyai pendirian. Perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan, sedangkan para Rasul adalah hamba yang amanah dan jujur (shiddiq).

Bahkan Allah subhanahu wata'ala pun sering menantang manusia jika ada di antara mereka yang bisa membuat ayat semisal Al-qur'an ini. Tetapi, tidak ada dan tidak akan ada yang mampu. Sebab Al-qur'an ini adalah wahyu, kalamullah.

Maka sangat tidak pantas bagi manusia, terlebih yang beriman, untuk mempermainkan ayat-ayat-Nya, memusikalisasinya (sedangkan Rasulullah mengharamkan alat musik), dan membuat manusia hanya terfokus pada keindahannya lalu lupa mentadabburinya. Sungguh Al-qur'an ini pasti akan memberikan pengaruh bagi mereka yang membacanya dengan tartil, tadabbur, dan keimanan.

Siapkah dirimu diubah oleh Al-qur'an?
(FA)

(bersambung--)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAMBIL HIKMAH (Part 2 "Hadiah Istimewa Untuk Bunda Hebat)

  HADIAH ISTIMEWA UNTUK BUNDA HEBAT Hadiah untuk para ibu yang diuji dengan kesehatan anak Penulis: UmA 2. Mengambil Hikmah Selalu ada hikmah dari setiap kejadian, mungkin agar kita lebih dewasa, atau seringkali agar kita sadar dan kembali meniti jalan kebenaran. Atau terkadang melalui kejadian tersebut, ada pembelajaran istimewa yang Allah ingin hadirkan dalam kehidupan. Itulah yang terjadi saat ujian demi ujian seolah bertumpuk-tumpuk memenuhi tenggorokan. Bunda, cobalah untuk terus berprasangka baik kepada Sang Pencipta. Itulah langkah awal untuk mendidik jiwa ketika musibah menyapa. Sebab prasangka baik akan bernilai pahala dan membuahkan kebahagiaan serta kebaikan. Sebaliknya, berprasangka buruk dan mencela takdir-Nya hanya akan menyisakan kesempitan serta membawa diri dalam jurang keputusasaan. Buruk sangka hanya akan membuat hidup ke depannya lebih sulit, masalah lain pun akan bermunculan. Sungguh, itu terjadi. Mungkin, terus menjaga prasangka baik itu berat, tapi teruslah m...

BUNDA, JANGAN BERSENDIRIAN (PART 11 "Hadiah Istimewa Untuk Bunda Hebat")

  BUNDA, JANGAN BERSENDIRIAN Bunda, jangan merasa sendiri. Tentu karena memang kita tak pernah sendirian, sebab Allah ta’ala Maha Melihat dan Mengawasi kita. “Dan Allah bersama kamu (dengan ilmu-Nya) di mana saja kamu berada.” [QS. Al-Hadid: 4] Kemudian, Bunda, apa yang Bunda alami bukan hanya Bunda satu-satunya. Berdasarkan data berjalan 2020 dari Biro Pusat Statistik (BPS), jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 22,5 juta atau sekitar lima persen (Kemensos). Entah itu dari sisi intelektual, mental, sensorik, dan ganda/multi. Selain itu, Ketua Pusat Layanan Penyakit Langka di  Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo  atau RSCM, Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif Sp.A(K) menyebut diperkirakan ada 10 persen dari total penduduk atau sekitar 25 juta orang yang menderita penyakit langka di Indonesia. Bukankah angka yang cukup fantastis? Maka kuatkanlah hatimu, Bunda! Dan siapkan diri untuk mencari informasi dan komunitas. Minimal kita bisa mendapatkan ilmu tentang penanganan ...

Bukan Mengejar Angan

  Untukmu yang merindukan kebaikan Yang siang malamnya berharap dipenuhi kebahagiaan Untukmu yang jiwanya merindukan keberkahan Di setiap hela nafas hingga ke-semu-an pamit pulang Kadang engkau mungkin merasa, bahwa bahagia hanyalah dongeng yang takkan jadi nyata bahwa bahagia hanya untuk mereka yang punya segala kemewahan atau bahkan, bahagia hanyalah sandiwara yang dipaksakan Tetapi kawan.. Bahagia bukanlah fatamorgana Bahagia adalah kenyataan bagi mereka yang mau berjuang untuknya Ia akan memenuhi hati saat musuhnya terusir pergi Bahagia yang tak kenal waktu, usia, atau tempat Setiap saat ia ada.. hingga waktunya berpisah dari dunia Satu hal yang perlu engkau camkan, Bahagia itu punya harga mahal.. Tetapi bukan dengan rupiah, dollar, emas, perak, atau perhiasan lainnya Maukah engkau mengetahuinya? Bahagia itu bernama 'ihsan', yang datang bersama islam dan iman Bahagia itu ialah saat engkau selalu merasa dekat dengan Robbul Ízzah Bahagia itu saat engkau tahu bahwa Dia ázza wa...