Langsung ke konten utama

Menguatkan Kesolidan Keluarga, Muslimah Wahdah Jaksel Adakan Parenting Class


Muslimah Wahdah Jakarta Selatan - Keluarga merupakan pondasi penting yang mendukung keharmonisan masyarakat. Keluarga yang kuat dan solid diharapkan dapat mengokohkan bangsa, terutama para pengurus dakwah. Untuk menguatkan peran pengurus dakwah di keluarga, Muslimah Wahdah Daerah Jakarta Selatan (MWD Jaksel) mengadakan kelas Parenting pada hari Ahad (21/6/20) secara daring.

Kegiatan yang dihadiri 21 orang pengurus ini menghadirkan Ustazah Herda Hasanah, praktisi Pernikahan dan Pembinaan Keluarga Sakinah (LP2KS) Muslimah Wahdah dengan mengusung tema “Teman Hidupku, Teman Bahagiaku”. 

“Keluarga laksana bahtera yang pasti akan menghadapi badai. Selain kekuatan dari Allah maka keutuhan pasangan akan menjadi penentu bisa atau tidaknya menghadapi badai tersebut,”ungkap Ustazah Herda Hasanah atau biasa dipanggil Ummu Mursyid.

Selain itu, Ustazah Herda menyampaikan bahwa kelanggengan hubungan dalam pernikahan akan terjadi jika hubungan tersebut dibalut persahabatan yang hangat. Ada 6 fungsi sahabat atau teman hidup yang bisa dijadikan bahan muhasabah bagi para istri terhadap suami: teman itu memahami dan menerima, teman itu jujur dan terbuka, teman itu empati dan saling support, teman itu punya komitmen dan kesetiaan, serta teman itu saling percaya.

Kegiatan ini berbentuk dialog interaktif yang memberikan kesempatan para peserta lebih aktif menyampaikan pendapat dan pertanyaan. 

“Alhamdulillah. Barakallau fikum untuk untuk materi parentingnya.. Menambah semangat untuk memperbaiki diri dan menambah cinta serta memahami pasangan,” ungkap Nurhayati sebagai salah satu peserta.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAMBIL HIKMAH (Part 2 "Hadiah Istimewa Untuk Bunda Hebat)

  HADIAH ISTIMEWA UNTUK BUNDA HEBAT Hadiah untuk para ibu yang diuji dengan kesehatan anak Penulis: UmA 2. Mengambil Hikmah Selalu ada hikmah dari setiap kejadian, mungkin agar kita lebih dewasa, atau seringkali agar kita sadar dan kembali meniti jalan kebenaran. Atau terkadang melalui kejadian tersebut, ada pembelajaran istimewa yang Allah ingin hadirkan dalam kehidupan. Itulah yang terjadi saat ujian demi ujian seolah bertumpuk-tumpuk memenuhi tenggorokan. Bunda, cobalah untuk terus berprasangka baik kepada Sang Pencipta. Itulah langkah awal untuk mendidik jiwa ketika musibah menyapa. Sebab prasangka baik akan bernilai pahala dan membuahkan kebahagiaan serta kebaikan. Sebaliknya, berprasangka buruk dan mencela takdir-Nya hanya akan menyisakan kesempitan serta membawa diri dalam jurang keputusasaan. Buruk sangka hanya akan membuat hidup ke depannya lebih sulit, masalah lain pun akan bermunculan. Sungguh, itu terjadi. Mungkin, terus menjaga prasangka baik itu berat, tapi teruslah m...

BUNDA, JANGAN BERSENDIRIAN (PART 11 "Hadiah Istimewa Untuk Bunda Hebat")

  BUNDA, JANGAN BERSENDIRIAN Bunda, jangan merasa sendiri. Tentu karena memang kita tak pernah sendirian, sebab Allah ta’ala Maha Melihat dan Mengawasi kita. “Dan Allah bersama kamu (dengan ilmu-Nya) di mana saja kamu berada.” [QS. Al-Hadid: 4] Kemudian, Bunda, apa yang Bunda alami bukan hanya Bunda satu-satunya. Berdasarkan data berjalan 2020 dari Biro Pusat Statistik (BPS), jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 22,5 juta atau sekitar lima persen (Kemensos). Entah itu dari sisi intelektual, mental, sensorik, dan ganda/multi. Selain itu, Ketua Pusat Layanan Penyakit Langka di  Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo  atau RSCM, Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif Sp.A(K) menyebut diperkirakan ada 10 persen dari total penduduk atau sekitar 25 juta orang yang menderita penyakit langka di Indonesia. Bukankah angka yang cukup fantastis? Maka kuatkanlah hatimu, Bunda! Dan siapkan diri untuk mencari informasi dan komunitas. Minimal kita bisa mendapatkan ilmu tentang penanganan ...

DRAMA SI KECIL IMBAS DARI COVID 19

Oleh: Nurlaela.Dj ummu Muhammad Dzuhur kemarin ketika adzan mesjid berkumandang begitu lantang. Si dede yang tadinya hendak ber-qailullah bersamaku dan sudah dalam kondisi setengah sadar, tiba-tiba terbangun & bergegas turun dari kasur.  "Ajan solah.. Solah" begitu ia memberi tahuku, bahwa sudah adzan waktunya sholat. Kemudian ia setengah berlari menuju ke kamar omnya, yang berada tepat didepan kamar kami "om.. om solah.. Solah". Tapi karena ia dapati tidak ada siapa-siapa di dalam kamar, ia pun kembali bergegas membuka laci kecil & mengambil peci kesayangannya.