Langsung ke konten utama

Keseruan SILATNAS-2 Muslimah Wahdah Islamiyah di Tengah Pandemi Covid-19

 


Muslimah Wahdah Jakarta Selatan- "Bila hati senang...Sistem limbik terbuka...Informasi masuk...Otak menjadi kuat". Senam bahagia yang disampaikan oleh salah seorang pemateri (Ida S. Widayati, M. Pd.I) pada kegiatan SILATNAS-2 Muslimah Wahdah Islamiyah, 20 Agustus 2020 via virtual.


Di awal materinya (ibu Ida S Widayati) sebagai praktisi pendidikan dan penulis buku pendidikan karakter anak memberikan perkenalan singkat bahwa dia pernah belajar pada jurusan tekhnik selama 8 tahun hanya untuk mempelajari benda - benda mati. "kenapa saya menyiapkan waktu yang panjang untuk mempelajari benda - benda mati sementara saya tidak menyiapkan waktu yang panjang untuk mempelajari benda hidup (anak)"  Ucap ibu Ida di awal materinya tentang Kemerdekaan Komunikasi Digital dalam Perkembangan Karakter Anak. 

Ibu Ida membawakan materinya dengan sangat  komunikatif dan aplikatif dengan mengajak peserta untuk senam bahagia  yang menambah keseruan  peserta yang hadir. Ibu Ida juga mengajak peserta untuk senyum dan menahan senyumnya selama 10 hitungan agar menghasilkan energi positif. Pertemuan virtual terasa hidup seakan -akan bertemu offline karena antusiasme peserta mengikuti gerakan - gerakan pemateri.

Kegiatan SILATNAS kali ini dengan tema "Arah Perjuangan Muslimah Menuju Indonesia Bermartabat" sebagai refleksi 75 tahun Indonesia merdeka di tengah pandemi covid 19, juga menghadirkan tokoh - tokoh muslimah nasional yang berdedikasi bagi ummat dan sangat menginspirasi diantaranya : Prof. Dr. Hj. Amany burhanuddin umar lubis, Lc M.A (ketua perempuan remaja dan keluarga MUI pusat), Dr.dr. Erlina Burhan,M.Sc,S.p.p ( spesialis paru dan dari divisi infeksi departemen pulmonologi dan kedokteran respirasi fakultas Kedokteran Universitas Indonesia), Ibu Ir. Ratu Ana Karlina (Pegiat Keluarga Bogor ) Ibu Hj.Lia Yuliani,M.Ag ( Ketua PP Persistri ) dan tentunya sebagai tuan rumah dan pelaksana kegiatan yaitu Ustadzah Harisa Tipa Abidin, S.Pd.I (Ketua Muslimah Wahdah Islamiyah Pusat). 

(RH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAMBIL HIKMAH (Part 2 "Hadiah Istimewa Untuk Bunda Hebat)

  HADIAH ISTIMEWA UNTUK BUNDA HEBAT Hadiah untuk para ibu yang diuji dengan kesehatan anak Penulis: UmA 2. Mengambil Hikmah Selalu ada hikmah dari setiap kejadian, mungkin agar kita lebih dewasa, atau seringkali agar kita sadar dan kembali meniti jalan kebenaran. Atau terkadang melalui kejadian tersebut, ada pembelajaran istimewa yang Allah ingin hadirkan dalam kehidupan. Itulah yang terjadi saat ujian demi ujian seolah bertumpuk-tumpuk memenuhi tenggorokan. Bunda, cobalah untuk terus berprasangka baik kepada Sang Pencipta. Itulah langkah awal untuk mendidik jiwa ketika musibah menyapa. Sebab prasangka baik akan bernilai pahala dan membuahkan kebahagiaan serta kebaikan. Sebaliknya, berprasangka buruk dan mencela takdir-Nya hanya akan menyisakan kesempitan serta membawa diri dalam jurang keputusasaan. Buruk sangka hanya akan membuat hidup ke depannya lebih sulit, masalah lain pun akan bermunculan. Sungguh, itu terjadi. Mungkin, terus menjaga prasangka baik itu berat, tapi teruslah m...

BUNDA, JANGAN BERSENDIRIAN (PART 11 "Hadiah Istimewa Untuk Bunda Hebat")

  BUNDA, JANGAN BERSENDIRIAN Bunda, jangan merasa sendiri. Tentu karena memang kita tak pernah sendirian, sebab Allah ta’ala Maha Melihat dan Mengawasi kita. “Dan Allah bersama kamu (dengan ilmu-Nya) di mana saja kamu berada.” [QS. Al-Hadid: 4] Kemudian, Bunda, apa yang Bunda alami bukan hanya Bunda satu-satunya. Berdasarkan data berjalan 2020 dari Biro Pusat Statistik (BPS), jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 22,5 juta atau sekitar lima persen (Kemensos). Entah itu dari sisi intelektual, mental, sensorik, dan ganda/multi. Selain itu, Ketua Pusat Layanan Penyakit Langka di  Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo  atau RSCM, Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif Sp.A(K) menyebut diperkirakan ada 10 persen dari total penduduk atau sekitar 25 juta orang yang menderita penyakit langka di Indonesia. Bukankah angka yang cukup fantastis? Maka kuatkanlah hatimu, Bunda! Dan siapkan diri untuk mencari informasi dan komunitas. Minimal kita bisa mendapatkan ilmu tentang penanganan ...

DRAMA SI KECIL IMBAS DARI COVID 19

Oleh: Nurlaela.Dj ummu Muhammad Dzuhur kemarin ketika adzan mesjid berkumandang begitu lantang. Si dede yang tadinya hendak ber-qailullah bersamaku dan sudah dalam kondisi setengah sadar, tiba-tiba terbangun & bergegas turun dari kasur.  "Ajan solah.. Solah" begitu ia memberi tahuku, bahwa sudah adzan waktunya sholat. Kemudian ia setengah berlari menuju ke kamar omnya, yang berada tepat didepan kamar kami "om.. om solah.. Solah". Tapi karena ia dapati tidak ada siapa-siapa di dalam kamar, ia pun kembali bergegas membuka laci kecil & mengambil peci kesayangannya.