Langsung ke konten utama

Kesalahan Umum Saat Menyeduh Teh

Melansir dari laman Hufft ington Post, berikut adalah empat kesalahan yang sering dilakukan banyak orang dalam menyeduh teh:


1. Memanaskan ulang air yang sudah pernah dididihkan

Ketika terdesak ingin segera menyesap teh, kita pasti pernah secara tak sengaja memanaskan kembali air yang sudah ada di dalam poci atau panci.

Memanaskan kembali air yang sudah pernah mendidih sebelumnya adalah larangan dalam teknik menyeduh teh. Air seperti ini bisa mempengaruhi citarasa teh.

Untuk seduhan teh terbaik, gunakan air dingin yang masih segar, yang belum pernah melalui proses perebusan sama sekali.

Alasannya, kita butuh banyak oksigen untuk mengeluarkan seluruh aroma dan citarasa teh. Dan air yang dididihkan ulang, sudah berkurang banyak kandungan oksigennya.


2. Menambahkan susu di akhir seduhan

Kesalahan kedua adalah menambahkan susu di akhir seduhan bukan di awal proses. 

Profesor Alan Mackie dari Leeds University mengatakan bahwa kekayaan citarasa teh didapatkan dari banyak zat alami yang terkandung di daun teh, termasuk di dalamnya adalah tannin.

Menyeduh teh secara tradisional kemudian menambahkan susu di akhir proses, justru akan membuat tannin tak bisa keluar sehingga citarasa teh tak akan sempurna.

Ketika Anda memasukkan susu terlebih dahulu baru kemudian teh, protein dalam susu justru bisa dengan mudah mengikat tannin dan zat alami lainnya sehingga membuat teh Anda lebih wangi dan sedap.


3. Menyeduh teh dengan air mendidih

Sama seperti kopi, menyeduh teh sebaiknya jangan menggunakan air yang tengah mendidih. Diamkan dulu beberapa saat, hingga suhu sedikit turun. Baru gunakan untuk menyeduh teh ala tubruk atau teh celup.

Menyeduh teh dengan air mendidih hanya akan membakar daun teh yang ada. Dalam kondisi ini, citarasa original dari daun teh tak bisa Anda dapatkan.


4. Menggunakan sendok silver 

Beberapa orang yang memiliki sendok silver, biasa menyeduh tehnya menggunakan sendok koleksinya ini.

Padahal di air panas, silver bisa mengeluarkan reaksi khusus dan mencemari teh dengan kandungan logamnya.

Cara terbaik mengaduk teh adalah dengan sendok logam lain seperti stainless steel, yang tak begitu reaktif seperti sendok perak.


Nah, empat kesalahan di atas sebaiknya dihindari ketika Anda menyeduh teh. Agar nantinya bisa tersaji teh panas yang bercitarasa utuh dan juga menyehatkan tubuh.

Sumber: Kompas.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAMBIL HIKMAH (Part 2 "Hadiah Istimewa Untuk Bunda Hebat)

  HADIAH ISTIMEWA UNTUK BUNDA HEBAT Hadiah untuk para ibu yang diuji dengan kesehatan anak Penulis: UmA 2. Mengambil Hikmah Selalu ada hikmah dari setiap kejadian, mungkin agar kita lebih dewasa, atau seringkali agar kita sadar dan kembali meniti jalan kebenaran. Atau terkadang melalui kejadian tersebut, ada pembelajaran istimewa yang Allah ingin hadirkan dalam kehidupan. Itulah yang terjadi saat ujian demi ujian seolah bertumpuk-tumpuk memenuhi tenggorokan. Bunda, cobalah untuk terus berprasangka baik kepada Sang Pencipta. Itulah langkah awal untuk mendidik jiwa ketika musibah menyapa. Sebab prasangka baik akan bernilai pahala dan membuahkan kebahagiaan serta kebaikan. Sebaliknya, berprasangka buruk dan mencela takdir-Nya hanya akan menyisakan kesempitan serta membawa diri dalam jurang keputusasaan. Buruk sangka hanya akan membuat hidup ke depannya lebih sulit, masalah lain pun akan bermunculan. Sungguh, itu terjadi. Mungkin, terus menjaga prasangka baik itu berat, tapi teruslah m...

BUNDA, JANGAN BERSENDIRIAN (PART 11 "Hadiah Istimewa Untuk Bunda Hebat")

  BUNDA, JANGAN BERSENDIRIAN Bunda, jangan merasa sendiri. Tentu karena memang kita tak pernah sendirian, sebab Allah ta’ala Maha Melihat dan Mengawasi kita. “Dan Allah bersama kamu (dengan ilmu-Nya) di mana saja kamu berada.” [QS. Al-Hadid: 4] Kemudian, Bunda, apa yang Bunda alami bukan hanya Bunda satu-satunya. Berdasarkan data berjalan 2020 dari Biro Pusat Statistik (BPS), jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 22,5 juta atau sekitar lima persen (Kemensos). Entah itu dari sisi intelektual, mental, sensorik, dan ganda/multi. Selain itu, Ketua Pusat Layanan Penyakit Langka di  Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo  atau RSCM, Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif Sp.A(K) menyebut diperkirakan ada 10 persen dari total penduduk atau sekitar 25 juta orang yang menderita penyakit langka di Indonesia. Bukankah angka yang cukup fantastis? Maka kuatkanlah hatimu, Bunda! Dan siapkan diri untuk mencari informasi dan komunitas. Minimal kita bisa mendapatkan ilmu tentang penanganan ...

Bukan Mengejar Angan

  Untukmu yang merindukan kebaikan Yang siang malamnya berharap dipenuhi kebahagiaan Untukmu yang jiwanya merindukan keberkahan Di setiap hela nafas hingga ke-semu-an pamit pulang Kadang engkau mungkin merasa, bahwa bahagia hanyalah dongeng yang takkan jadi nyata bahwa bahagia hanya untuk mereka yang punya segala kemewahan atau bahkan, bahagia hanyalah sandiwara yang dipaksakan Tetapi kawan.. Bahagia bukanlah fatamorgana Bahagia adalah kenyataan bagi mereka yang mau berjuang untuknya Ia akan memenuhi hati saat musuhnya terusir pergi Bahagia yang tak kenal waktu, usia, atau tempat Setiap saat ia ada.. hingga waktunya berpisah dari dunia Satu hal yang perlu engkau camkan, Bahagia itu punya harga mahal.. Tetapi bukan dengan rupiah, dollar, emas, perak, atau perhiasan lainnya Maukah engkau mengetahuinya? Bahagia itu bernama 'ihsan', yang datang bersama islam dan iman Bahagia itu ialah saat engkau selalu merasa dekat dengan Robbul Ízzah Bahagia itu saat engkau tahu bahwa Dia ázza wa...