Langsung ke konten utama

Penenang Untuk Para Da’iyah

 #SerialNasihatDakwah

#2


Ukhti..

Dalam perjalanan dakwah ini, mungkin tak sedikit akan engkau jumpai orang-orang yang mengabaikan dakwahmu.. 

mengabaikan ajakanmu agar mereka kembali untuk beribadah kepada Rabbul ‘alamin dengan sebenar-benar petunjuk..


Chat yang berkali-kali tak digubris..

Ajakan berkali-kali yang tak diacuhkan..

Bahkan.. seringkali engkau akan mendapati..

Bukannya menerima, mereka malah mencela dan menjadikanmu bahan ejekan..

Atau.. bahasa zaman kini, bully verbal atau fisik akan engkau temui

Dikucilkan

Dianggap tidak penting

Dianggap tidak ada

Berat.. 


Ukhti..


Tahukah kau?

Bahwa Allah tabaraka wata’ala telah menurunkan penenang untukmu..

Dikisahkan-Nya kepadamu seorang Nabi yang begitu sabar berdakwah kepada kaumnya

900 tahun lebih lamanya!

Dan di akhirnya.. apakah pengikutnya jutaan?

Tidak.. hanya sedikit.. hanya sedikit..


Tahukah kau?

Bagaimana Allah ta’ala memandang Nabi yang di-“bully” kaumnya ini?

Allah ta’ala *memujinya*!

Bahkan.. menjadikannya 1 dari sedikit Nabi dan Rasul yang paling utama!

Allah menjadikannya Rasul yang kita kenal sebagai “ulul ‘azmi”


Ya..

Bahkan, sebuah kemuliaan bagi sang Nabi ‘alaihissalam..

Allah ta’ala mengabadikannya di dalam 1 surah yang diberi nama dengan namanya!


Di deretan hafalan yang mungkin sering kita baca.. juz 29


Tahukah kau siapa dia?

Sudahkah kau membaca kisahnya?


Maka ketika dakwah ini terasa begitu berat di hati


Cobalah kau baca surah itu

Surah ke-71 di dalam Al-quranul kariim


Surah apakah itu?


*Saudari yg mencintaimu karena Allah*

Um_A

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAMBIL HIKMAH (Part 2 "Hadiah Istimewa Untuk Bunda Hebat)

  HADIAH ISTIMEWA UNTUK BUNDA HEBAT Hadiah untuk para ibu yang diuji dengan kesehatan anak Penulis: UmA 2. Mengambil Hikmah Selalu ada hikmah dari setiap kejadian, mungkin agar kita lebih dewasa, atau seringkali agar kita sadar dan kembali meniti jalan kebenaran. Atau terkadang melalui kejadian tersebut, ada pembelajaran istimewa yang Allah ingin hadirkan dalam kehidupan. Itulah yang terjadi saat ujian demi ujian seolah bertumpuk-tumpuk memenuhi tenggorokan. Bunda, cobalah untuk terus berprasangka baik kepada Sang Pencipta. Itulah langkah awal untuk mendidik jiwa ketika musibah menyapa. Sebab prasangka baik akan bernilai pahala dan membuahkan kebahagiaan serta kebaikan. Sebaliknya, berprasangka buruk dan mencela takdir-Nya hanya akan menyisakan kesempitan serta membawa diri dalam jurang keputusasaan. Buruk sangka hanya akan membuat hidup ke depannya lebih sulit, masalah lain pun akan bermunculan. Sungguh, itu terjadi. Mungkin, terus menjaga prasangka baik itu berat, tapi teruslah m...

BUNDA, JANGAN BERSENDIRIAN (PART 11 "Hadiah Istimewa Untuk Bunda Hebat")

  BUNDA, JANGAN BERSENDIRIAN Bunda, jangan merasa sendiri. Tentu karena memang kita tak pernah sendirian, sebab Allah ta’ala Maha Melihat dan Mengawasi kita. “Dan Allah bersama kamu (dengan ilmu-Nya) di mana saja kamu berada.” [QS. Al-Hadid: 4] Kemudian, Bunda, apa yang Bunda alami bukan hanya Bunda satu-satunya. Berdasarkan data berjalan 2020 dari Biro Pusat Statistik (BPS), jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 22,5 juta atau sekitar lima persen (Kemensos). Entah itu dari sisi intelektual, mental, sensorik, dan ganda/multi. Selain itu, Ketua Pusat Layanan Penyakit Langka di  Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo  atau RSCM, Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif Sp.A(K) menyebut diperkirakan ada 10 persen dari total penduduk atau sekitar 25 juta orang yang menderita penyakit langka di Indonesia. Bukankah angka yang cukup fantastis? Maka kuatkanlah hatimu, Bunda! Dan siapkan diri untuk mencari informasi dan komunitas. Minimal kita bisa mendapatkan ilmu tentang penanganan ...

DRAMA SI KECIL IMBAS DARI COVID 19

Oleh: Nurlaela.Dj ummu Muhammad Dzuhur kemarin ketika adzan mesjid berkumandang begitu lantang. Si dede yang tadinya hendak ber-qailullah bersamaku dan sudah dalam kondisi setengah sadar, tiba-tiba terbangun & bergegas turun dari kasur.  "Ajan solah.. Solah" begitu ia memberi tahuku, bahwa sudah adzan waktunya sholat. Kemudian ia setengah berlari menuju ke kamar omnya, yang berada tepat didepan kamar kami "om.. om solah.. Solah". Tapi karena ia dapati tidak ada siapa-siapa di dalam kamar, ia pun kembali bergegas membuka laci kecil & mengambil peci kesayangannya.