Langsung ke konten utama

Tegarlah, Saudariku Sayang

 #SerialNasihatDakwah 

#1

Ukhti habibaty


Ukhtiku sayang...

Engkau mungkin merasa amanah dakwah sangatlah berat

Terkadang, engkau harus bersembunyi di sudut rumah untuk menumpahkan air mata


Terkadang, engkau harus tetap tersenyum walau hati berkecamuk gelisah


Ukhtiku sayang...

Terkadang, engkau bahkan kebingungan karena amanah dakwah ini telah menyita begitu banyak darimu


Sedangkan anak-anak dan keluargamu pun masih begitu butuh dengan sentuhanmu


Ukhtiku sayang...

Amanah ini memang sungguh begitu berat.. tetapi coba kita sama-sama melihat apa yang Rabb kita firmankan..


“Atashbiruun?” 

Maukah kamu bersabar?


Ya, Rasul kita shallallahu ‘alaihi wasallam dan orang-orang beriman yang menyertai beliau.. harus merasakan begitu banyak penderitaan


Dicela, dihina, disiksa

Bahkan harus diusir dari kampung halamannya

Dikatakan pemecah belah keluarga

Dikatakan sok suci

Dikatakan gila!

Bahkan direncanakan pembunuhan


Tapi.. apa perintah Allah?

“Atashbiruun?”

Maukah kamu bersabar?


Ishbir ya ukhti.. ishbir..


Ukhtiku sayang..

Bersabarlah.. 

hanya sebentar

Ya.. hanya sebentar..


Peluh, air mata, bahkan darah yang engkau keluarkan di jalan ini

Bahkan akan menjadi hal yang engkau rindukan ketika Allah ta’ala telah memanggilmu kembali


Hal yang menggelisahkanmu hari ini, adalah hal yang akan membahagiakanmu kelak di hadapan-Nya!


Bahkan engkau akan berulang kali meminta agar bisa menempuh jalan ini, sekali lagi, untuk mempersembahkan yang terbaik..


Maka untukmu ukhtiku..

Yang menyimpan kesedihan dan kepenatan di jalan ini

Yang memikirkan bagaimana anak-anakku padahal aku pun sibuk mengurus ummat?


Renungkannlah firman Allah ta’ala:


“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Qs Muhammad:7)


Berbuat baiklah.. sebaik-baiknya kepada suami, anak-anak atau keluargamu.. tapi jangan terlalu gelisah..


Allah ta’ala berjanji akan menolongmu.. jika engkau menolong agama-Nya..


Maka ukhti..

Atashbiruun?

Maukah engkau bersabar?



—catatan untuk diriku—

Saudarimu,

Uhibbukunnafillah


Um_A


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAMBIL HIKMAH (Part 2 "Hadiah Istimewa Untuk Bunda Hebat)

  HADIAH ISTIMEWA UNTUK BUNDA HEBAT Hadiah untuk para ibu yang diuji dengan kesehatan anak Penulis: UmA 2. Mengambil Hikmah Selalu ada hikmah dari setiap kejadian, mungkin agar kita lebih dewasa, atau seringkali agar kita sadar dan kembali meniti jalan kebenaran. Atau terkadang melalui kejadian tersebut, ada pembelajaran istimewa yang Allah ingin hadirkan dalam kehidupan. Itulah yang terjadi saat ujian demi ujian seolah bertumpuk-tumpuk memenuhi tenggorokan. Bunda, cobalah untuk terus berprasangka baik kepada Sang Pencipta. Itulah langkah awal untuk mendidik jiwa ketika musibah menyapa. Sebab prasangka baik akan bernilai pahala dan membuahkan kebahagiaan serta kebaikan. Sebaliknya, berprasangka buruk dan mencela takdir-Nya hanya akan menyisakan kesempitan serta membawa diri dalam jurang keputusasaan. Buruk sangka hanya akan membuat hidup ke depannya lebih sulit, masalah lain pun akan bermunculan. Sungguh, itu terjadi. Mungkin, terus menjaga prasangka baik itu berat, tapi teruslah m...

BUNDA, JANGAN BERSENDIRIAN (PART 11 "Hadiah Istimewa Untuk Bunda Hebat")

  BUNDA, JANGAN BERSENDIRIAN Bunda, jangan merasa sendiri. Tentu karena memang kita tak pernah sendirian, sebab Allah ta’ala Maha Melihat dan Mengawasi kita. “Dan Allah bersama kamu (dengan ilmu-Nya) di mana saja kamu berada.” [QS. Al-Hadid: 4] Kemudian, Bunda, apa yang Bunda alami bukan hanya Bunda satu-satunya. Berdasarkan data berjalan 2020 dari Biro Pusat Statistik (BPS), jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 22,5 juta atau sekitar lima persen (Kemensos). Entah itu dari sisi intelektual, mental, sensorik, dan ganda/multi. Selain itu, Ketua Pusat Layanan Penyakit Langka di  Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo  atau RSCM, Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif Sp.A(K) menyebut diperkirakan ada 10 persen dari total penduduk atau sekitar 25 juta orang yang menderita penyakit langka di Indonesia. Bukankah angka yang cukup fantastis? Maka kuatkanlah hatimu, Bunda! Dan siapkan diri untuk mencari informasi dan komunitas. Minimal kita bisa mendapatkan ilmu tentang penanganan ...

Bukan Mengejar Angan

  Untukmu yang merindukan kebaikan Yang siang malamnya berharap dipenuhi kebahagiaan Untukmu yang jiwanya merindukan keberkahan Di setiap hela nafas hingga ke-semu-an pamit pulang Kadang engkau mungkin merasa, bahwa bahagia hanyalah dongeng yang takkan jadi nyata bahwa bahagia hanya untuk mereka yang punya segala kemewahan atau bahkan, bahagia hanyalah sandiwara yang dipaksakan Tetapi kawan.. Bahagia bukanlah fatamorgana Bahagia adalah kenyataan bagi mereka yang mau berjuang untuknya Ia akan memenuhi hati saat musuhnya terusir pergi Bahagia yang tak kenal waktu, usia, atau tempat Setiap saat ia ada.. hingga waktunya berpisah dari dunia Satu hal yang perlu engkau camkan, Bahagia itu punya harga mahal.. Tetapi bukan dengan rupiah, dollar, emas, perak, atau perhiasan lainnya Maukah engkau mengetahuinya? Bahagia itu bernama 'ihsan', yang datang bersama islam dan iman Bahagia itu ialah saat engkau selalu merasa dekat dengan Robbul Ízzah Bahagia itu saat engkau tahu bahwa Dia ázza wa...