Langsung ke konten utama

Postingan

𝒮𝓎𝒶𝒾𝓇 𝒴𝒶𝓃𝑔 Mℯ𝓂𝒷𝓊𝒶𝓉 ℐ𝓂𝒶𝓂 𝒜𝒽𝓂𝒶𝒹 Mℯ𝓃𝒶𝓃𝑔𝒾𝓈 𝒯ℯ𝓇𝓈ℯ𝒹𝓊-𝓈ℯ𝒹𝓊

https://www.dictio.id/uploads/db3342/original/3X/d/4/d459a6eb8aba91e16f8500acfcdb60d924019682.jpeg   𝒮𝓎𝒶𝒾𝓇 𝒴𝒶𝓃𝑔 Mℯ𝓂𝒷𝓊𝒶𝓉 ℐ𝓂𝒶𝓂 𝒜𝒽𝓂𝒶𝒹 Mℯ𝓃𝒶𝓃𝑔𝒾𝓈 𝒯ℯ𝓇𝓈ℯ𝒹𝓊-𝓈ℯ𝒹𝓊 Jika Rabb-ku berkata kepadaku, “Apakah engkau tidak malu bermaksiat kepada-Ku?” Engkau menutupi dosamu dari makhluk-Ku tapi dengan kemaksiatan engkau mendatangi-Ku Maka bagaimana aku akan menjawabnya? Aduhai, celakalah aku dan siapa yang mampu melindungiku? Aku terus menghibur jiwaku dengan angan-angan dari waktu ke waktu Dan aku lalai terhadap apa yang akan datang setelah kematian dan apa yang akan datang setelah aku dikafani Seolah-olah aku akan hidup selamanya dan kematian tidak akan menghampiriku Dan ketika sakaratul maut yang sangat berat datang menghampiriku, siapakah yang mampu melindungiku? Aku melihat wajah-wajah manusia, tidakkah ada di antara mereka yang akan menebusku? Aku akan ditanya tentang apa yang telah aku persiapkan untuk dapat menyelamatkanku (di hari pembalasan) Maka bagaiman...

Bukan Mengejar Angan

  Untukmu yang merindukan kebaikan Yang siang malamnya berharap dipenuhi kebahagiaan Untukmu yang jiwanya merindukan keberkahan Di setiap hela nafas hingga ke-semu-an pamit pulang Kadang engkau mungkin merasa, bahwa bahagia hanyalah dongeng yang takkan jadi nyata bahwa bahagia hanya untuk mereka yang punya segala kemewahan atau bahkan, bahagia hanyalah sandiwara yang dipaksakan Tetapi kawan.. Bahagia bukanlah fatamorgana Bahagia adalah kenyataan bagi mereka yang mau berjuang untuknya Ia akan memenuhi hati saat musuhnya terusir pergi Bahagia yang tak kenal waktu, usia, atau tempat Setiap saat ia ada.. hingga waktunya berpisah dari dunia Satu hal yang perlu engkau camkan, Bahagia itu punya harga mahal.. Tetapi bukan dengan rupiah, dollar, emas, perak, atau perhiasan lainnya Maukah engkau mengetahuinya? Bahagia itu bernama 'ihsan', yang datang bersama islam dan iman Bahagia itu ialah saat engkau selalu merasa dekat dengan Robbul Ízzah Bahagia itu saat engkau tahu bahwa Dia ázza wa...

Peduli Banjir Jakarta, Muslimah Wahdah Bagikan Makanan dan Air Mineral

  Jakarta Selatan - Ahad 21/2/2021 tim sosial Muslimah Wahdah Jakarta Selatan berbagu makanan, air mineral dan obat - obatan ke daerah terdampak banjir di jalan Jatipadang 3 dan Jatipadang Utara Pasar Minggu. Tim Muslimah Wahdah berbagi sebanyak 100 boks nasi, 4 dus air mineral botol dan 9 pack tolak angin kepada warga terdampak banjir. Warga sangat berterimakasih atas bantuan dari Muslimah Wahdah dan berharap ada bantuan berupa pakaian layak pakai dan pampers. "warga saat ini sangat butuh pakaian layak pakai, pampers dan air mineral, banyak barang - barang dan pakaian yang tidk bisa diselamatkan". Ungkap pak Budi sebagai penanggung jawab posko banjir ketika ditanya oleh tim muslimah tentang kebutuhan warga. Hujan yang mengguyur Jakarta Pada sabtu, 20/2/2021 dari jam 2 dini hari sampai pagi menjelang siang menyebabkan banjir besar seukuran dada dewasa bahkan dibeberapa tempat sampai mencapai atap rumah warga. Tim Muslimah  bergerak menuju lokasi sehari setelah air surut kare...

Liburan, Muslimah Wahdah Jaksel Bertabur Cinta

*Jakarta Selatan*- Hari Jum’at (12/2/21)  mengawali libur pada pekan kedua bulan Februari disambut Muslimah Wahdah Jakarta Selatan dengan kegiatan Seminar Cinta. Dihadiri sekitar 49 orang, seminar tersebut mengangkat tema “Jebakan Atas Nama Cinta”. Disebabkan pandemi, kegiatan masih berlangsung secara online via Zoom meeting. Peserta tampak antusias dengan kegiatan tersebut, terhitung sejak room dibuka, peserta langsung menuju angka 20-an dan terus bertambah hingga 49 orang. Ustazah Sumarti Muse, S.Pd, M.Pd memulai materi sekitar pukul 08.55 WIB setelah sebelumnya peserta disuguhkan video viral tentang fenomena cinta masa kini.  “Cinta sejatinya tidaklah salah, hanya saja terkadang tempat dan waktu yang belum tepat. Kadang cinta itu sudah begitu besar tapi salah sasaran, kadang ia sudah begitu membuncah tetapi waktu belum tepat,” demikian pemaparan Ustazah Sumarti di salah satu kesempatan. Lebih lanjut, beliau mengingatkan tentang bagaimana menempatan cinta dan memberikan pors...

TJ: Siapakah yang Menuduh Rasulullah dengan buruk?

Dijawab oleh Ustazah Zulhelmi,Lc di grup Sharing Muslimah Jaksel pembahasan: Tafsir Surah Al-Lahab *Format pertanyaan* Nama: Yuyun Domisili: Jak-Sel Pertanyaan: izin bertanya ustadzah.  Saya pernah mendengar cerita bahwa d zaman dakwahnya nabi shalallahu 'alaihi wasallam dulu bahwa beliau juga pernah di juluki tukang sihir, orang gila , dalam kisah siapa dan golongan kaum manakah yang memberi julukan ini kepada rasulullah, ustadzah?  Syukron Jazakumullahu khoyran  Jawaban : بسم   الله   الرحمن   الرحيم     الحمد   لله   والصلاة   والسلام   على   رسول   الله   وعلى   آله   وصحبه   ومن   والاه     لاحول   ولاقوة   إلا   بالله   ،   رضيت   بالله   ربا   و   بالإسلام   دينا   و   بمحمد   نبيا   ورسولا رَبِّ   زدْنيِ   عِلْماً   وَ   رْزُقْنيِ   فَهْماً   Yang melontarkan tuduhan kepada Ras...

TJ: Samakah Abu Lahab dan Abu Jahal?

Dijawab oleh Ustazah Zulhelmi, Lc pada grup Sharing Muslimah Jaksel *Format pertanyaan* Nama: Dewi Salsabila Domisili: wajo, Sulsel Pertanyaan: Bismillah... Afwan ustadzah, kalau yg disebutkan dalam Q.S.Al-lahab adalah abu lahab(paman Rasulullah Saw), Lalu abu Jahal siapa, samakah?🤔 Jawaban : بسم   الله   الرحمن   الرحيم   السلام   عليكم   ورحمة   اللّه   وبركاته   الحمد   لله   والصلاة   والسلام   على   رسول   الله   وعلى   آله   وصحبه   ومن   والاه     لاحول   ولاقوة   إلا   بالله   ،   رضيت   بالله   ربا   و   بالإسلام   دينا   و   بمحمد   نبيا   ورسولا رَبِّ   زدْنيِ   عِلْماً   وَ   رْزُقْنيِ   فَهْماً Dua nama ini adalah dua orang yang berbeda. Abu Lahab nama aslinya Abdul Uzza bin Abdul Muthalib. Urutan nasabnya: Abdul Uzza bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qusha...

Kisah: Pintu Hidayah

 Bismillahirrahmanirrahiim “Ada anak yang menjadi wasilah hidayah buat orang tua nya tapi ada jg sebab didikan orangtuanya lah anak tersebut terjaga dalam hidayahNya...” (Ustazah Karimha Tunnisa) ——— MasyaAllah.. membaca komentar yang berfaidah dari ustazah membuat saya mengingat kisah hijrah salah satu member grup Sharing Muslimah Wahdah Jaksel . 1: Beliau lahir dari keluarga yang cukup kuat mengenal agama. Orang tua yang sering menasihati agar ia tak memakai celana atau menyuruhnya menutup aurat, ternyata di awalnya belum menggerakkan hatinya. Raganya mengenakan hijab tetapi hatinya belum tunduk, hanya sebatas “perintah orang tua”, sehingga masih ada “curi-curi” waktu untuk mengenakan pakaian yang tak syar’i.  Waktu bergulir dan ia mendapat ujian dari sisi pergaulan. Di masa-masa berat itu, orang tuanya yang baru saja pulang umrah ternyata menghadiahkannya sebuah jilbab yang begitu indah di matanya seolah menjadi jalan hidayahnya. Alhamdulillah - Segala puji bagi Allah ta’al...