Langsung ke konten utama

Postingan

Kisah Haru Tenaga Medis Kuat Menghadapi Pandemi dengan Tarbiyah

Muslimah Wahdah Jakarta Selatan - Pandemi yang sudah memasuki bulan ke-5 saat ini, membuat pemerintah mengambil kebijakan “New Normal”. Masyarakat mulai diberikan kelonggaran untuk beraktivitas namun tetap menerapkan protokol kesehatan, yaitu: menggunakan masker, jaga jarak, dan rajin mencuci tangan. Namun, kendati penerapan kebijakan tersebut diberlakukan, laju penularan Corona Virus Disease  atau Covid-19 masih terus merangkak naik. Salah satu profesi yang cukup signifikan merasakan dampak dari grafik penularan yang terus meningkat ialah tenaga medis. Perjuangan yang tak henti masih terus dikerahkan walaupun sebagian masyarakat mulai kurang acuh dan peka lagi dengan keberadaan Covid-19. Dalam kegiatan Tarbiyah Gabungan yang dilaksanakan oleh Muslimah Wahdah Daerah Jakarta Selatan (MWD Jaksel), beberapa peserta tarbiyah merupakan tenaga medis: seperti perawat, asisten apoteker, bidan, dan lainnya. Materi sendiri diisi oleh dr. Reny R. Baasalem, MKK dengan tema, “Semangat Ta...

Nafas adalah Buahnya

Sumber: Unsplash Suatu masa kita akan kembali Pada Pencipta yang menitip kita dalam seonggok jasad Kita akan kembali, menghamparkan catatan nafas kita Kita akan kembali, mencuatkan buah-buah amalan Kita akan kembali, pada kepastian masa yang selalu diperingatkan Takkan ada jalan keluar darurat Takkan ada kebinasaan Kekal, tanpa ada akhirnya Dan kita sedang mengumpul bekal ke sana Kita sedang merajut nafas-nafas ketaatan Karena nafas adalah buahnya Buah dari pohon ketauhidan yang akarnya tertanam kokoh dalam jiwa Jika akarnya rapuh, maka rapuhlah pohonnya Dan binasalah buahnya Jika ia kokoh, buah akan mempermanisnya Ya, kita sedang mengumpul Buah-buah yang akan kita tuai Untuk dipersembahkan kepada Raja, Pemilik Alam Semesta Apa yang engkau persembahkan?

Dimana Letak Kekayaanmu?

Sumber: Unsplash Sebenarnya aku sangat ingin bercita kaya Tetapi jika kekayaan itu membuatku jatuh ke neraka Maka biarlah aku hidup berkecukupan, walau apa adanya Hidup ini akan berganti Menjadi puing-puing yang akan di susun kembali Dari catatan-catatan amal yang kita patri Entah baik atau buruk, balasannya akan menanti Aku teringat kisah seorang yang sangat terkenal. Bukan hanya dikenal di negara ini tetapi hingga mancanegara. Sebuah nama yang dikenal dan dijadikan sebuah istilah, "Harta Karun". Tetapi apakah kisahnya baik? Ya, 'baik' untuk dijadikan pelajaran. Karun namanya. Seorang yang awalnya tak punya apa-apa. Jangankan harta yang berlimpah, makan pun seadanya. Miskin dan papa. Tapi, kala itu ia tidaklah congkak dan angkuh. Hingga tatkala Allah memberinya kelimpahan harta. Maka bangkitlah kesombongannya. Ia yang tadinya bukan siapa-siapa menjadi dikenal oleh orang banyak. Orang-orang mengingatkannya tatkala melihatnya melampaui batas, bah...

Menguatkan Kesolidan Keluarga, Muslimah Wahdah Jaksel Adakan Parenting Class

Muslimah Wahdah Jakarta Selatan - Keluarga merupakan pondasi penting yang mendukung keharmonisan masyarakat. Keluarga yang kuat dan solid diharapkan dapat mengokohkan bangsa, terutama para pengurus dakwah. Untuk menguatkan peran pengurus dakwah di keluarga, Muslimah Wahdah Daerah Jakarta Selatan (MWD Jaksel) mengadakan kelas Parenting pada hari Ahad (21/6/20) secara daring. Kegiatan yang dihadiri 21 orang pengurus ini menghadirkan Ustazah Herda Hasanah, praktisi Pernikahan dan Pembinaan Keluarga Sakinah (LP2KS) Muslimah Wahdah dengan mengusung tema “Teman Hidupku, Teman Bahagiaku”.  “Keluarga laksana bahtera yang pasti akan menghadapi badai. Selain kekuatan dari Allah maka keutuhan pasangan akan menjadi penentu bisa atau tidaknya menghadapi badai tersebut,”ungkap Ustazah Herda Hasanah atau biasa dipanggil Ummu Mursyid. Selain itu, Ustazah Herda menyampaikan bahwa kelanggengan hubungan dalam pernikahan akan terjadi jika hubungan tersebut dibalut persahabatan yang ha...

Kita Kalah Bukan Karena Musuh Kuat

Kita Kalah Bukan Karena Musuh Kuat Edgar Hamas | @edgarhamas | t.me/tulisanedgar | edgarhamas.tumblr.com Syaikh Muhammad Al Ghazali suatu kali berkata, kira-kira begini, "Kaum Muslimin saat ini kalah bukan karena zionis kuat. Tapi karena Umat ini yang sedang lemah." Beliau mengumpamakan, "bukan musuh yang menjelma singa, tapi kita sendirilah yang menyusutkan diri jadi domba." Sebab jatuhnya umat ini, sebagaimana ditulis Dr Abdul Halim Uwais dalam Buku 'Studi Runtuhnya 30 Negeri Islam', seringkali dilandasi faktor internal daripada eksternal. Andalusia contohnya. Runtuh bukan karena kaum muslimin tak berdaya, melainkan justru perpecahan di saat jaya. Maka untuk berdaya lagi, tak melulu kita menyalahkan kekuatan-kekuatan eksternal yang menggebuk kita —meski memang itu salah satu faktornya— melainkan mestilah naik kelas. Malik bin Nabi mengatakan, umat ini tidak bisa berobat jika belum benar mendeteksi penyakitnya sendiri. Salah satu obat penawar yang...

Etika Bertetangga Dalam Islam

Etika Bertetangga Dalam Islam 1.Menghormati tetangga dan berprilaku baik terhadap mereka. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,sebagaimana di dalam hadist Abu Hurairah radiallahu anhu,”…Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir,maka hendaklah ia memuliakan tetangganya. “Dan di dalam riwayat lain disebutkan,”Hendaklah ia berprilaku baik terhadap tetangganya.”(Muttafaq’alaihi). 2.Bangunan yang kita bangun jangan mengganggu tetangga kita, tidak membuat mereka tertutup dari sinar matahari atau udara, dan kita tidak boleh melampaui batasnya, baik merusak atau mengubah miliknya, karena hal tersebut menyakiti perasaannya. 3.Hendaknya kita memelihara hak-haknya disaat mereka tidak di rumah.Kita jaga harta dan kehormatan mereka dari tangan-tangan jahil; dan hendaknya kita ulurkan tangan, bantuan dan pertolongan kepada mereka membutuhkan, serta memalingkan mata kita dari wanita mereka dan merahasiakan aib mereka. 4.Tidak melakukan suatu kegaduhan yang mengganggu mereka...

Mengingat Allah saat Melihatnya

Sumber: unsplash Muhammad bin Sirin[1] adalah imam Ahlus sunnah yang sangat terkenal dalam berpegang teguh dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam dan sangat terpercaya dalam meriwayatkannya. Akan tetapi tahukah anda bahwa beliau juga disifati oleh para ulama di jamannya sebagai orang yang sangat wara’ (hati-hati dalam masalah halal dan haram) dan tekun dalam beribadah. Imam adz-Dzahabi menukil dari Abu ‘Awanah Al-Yasykuri, beliau berkata, “Aku melihat Muhammad bin sirin di pasar, tidaklah seorangpun melihat beliau kecuali orang itu akan mengingat Allah[2].” Subhanallah , betapa mulianya sifat imam besar ini. Betapa tekunnya beliau dalam beribadah dan berzikir kepada Allah   Subhanahu wa Ta’ala . Sehingga sewaktu berada di pasar dan sedang berjual-belipun hal tersebut tampak pada diri beliau. Bukankah wajar kalau orang yang sedang beribadah di masjid kemudian orang yang melihatnya mengingat Allah  Subhanahu wa Ta’ala ? Tapi seorang yang sedang be...