Langsung ke konten utama

Postingan

Penenang Untuk Para Da’iyah

 #SerialNasihatDakwah #2 Ukhti.. Dalam perjalanan dakwah ini, mungkin tak sedikit akan engkau jumpai orang-orang yang mengabaikan dakwahmu..  mengabaikan ajakanmu agar mereka kembali untuk beribadah kepada Rabbul ‘alamin dengan sebenar-benar petunjuk.. Chat yang berkali-kali tak digubris.. Ajakan berkali-kali yang tak diacuhkan.. Bahkan.. seringkali engkau akan mendapati.. Bukannya menerima, mereka malah mencela dan menjadikanmu bahan ejekan.. Atau.. bahasa zaman kini, bully verbal atau fisik akan engkau temui Dikucilkan Dianggap tidak penting Dianggap tidak ada Berat..  Ukhti.. Tahukah kau? Bahwa Allah tabaraka wata’ala telah menurunkan penenang untukmu.. Dikisahkan-Nya kepadamu seorang Nabi yang begitu sabar berdakwah kepada kaumnya 900 tahun lebih lamanya! Dan di akhirnya.. apakah pengikutnya jutaan? Tidak.. hanya sedikit.. hanya sedikit.. Tahukah kau? Bagaimana Allah ta’ala memandang Nabi yang di-“bully” kaumnya ini? Allah ta’ala *memujinya*! Bahkan.. menjadikannya 1 ...

Tegarlah, Saudariku Sayang

 #SerialNasihatDakwah  #1 Ukhti habibaty Ukhtiku sayang... Engkau mungkin merasa amanah dakwah sangatlah berat Terkadang, engkau harus bersembunyi di sudut rumah untuk menumpahkan air mata Terkadang, engkau harus tetap tersenyum walau hati berkecamuk gelisah Ukhtiku sayang... Terkadang, engkau bahkan kebingungan karena amanah dakwah ini telah menyita begitu banyak darimu Sedangkan anak-anak dan keluargamu pun masih begitu butuh dengan sentuhanmu Ukhtiku sayang... Amanah ini memang sungguh begitu berat.. tetapi coba kita sama-sama melihat apa yang Rabb kita firmankan.. “Atashbiruun?”  Maukah kamu bersabar? Ya, Rasul kita shallallahu ‘alaihi wasallam dan orang-orang beriman yang menyertai beliau.. harus merasakan begitu banyak penderitaan Dicela, dihina, disiksa Bahkan harus diusir dari kampung halamannya Dikatakan pemecah belah keluarga Dikatakan sok suci Dikatakan gila! Bahkan direncanakan pembunuhan Tapi.. apa perintah Allah? “Atashbiruun?” Maukah kamu bersabar? Ishbir y...

Hadits ke-24 Arba'in An-Nawawi: Allah azza wa jalla Tak Mungkin Zhalim

  Sumber:  https://markazsunnah.com/hadis-ke-24-al-arbain-allah-azza-wajalla-tak-mungkin-zalim/ عَنْ أَبِى ذَرٍّ الْغِفَارِيّ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فِيْمَا يَرْوِيْهِ عَنْ رَبِّهِ سبحانه وتعالى أَنَّهُ قَالَ:  يَاعِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلاَ تَظَالَمُوا, يَاعِبَادِي كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلاَّ مَنْ هَدَيْتُهُ فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ, يَاعِبَادِي كُلُّكُمْ جَائِعٌ إِلاَّ مَنْ أَطْعَمْتُهُ فَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ, يَاعِبَادِي كُلُّكُمْ عَار إِلاَّ مَنْ كَسَوْتُهُ فَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ, يَاعِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيْعًا فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ, يَاعِبَادِي إِنَّكُمْ لَنْ تَبْلُغُوا ضُرِّي فَتَضُرُّونِي وَلَنْ تَبْلُغُوا نَفْعِي فَتَنْفَعُونِي, يَاعِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا زَادَ ذَلِكَ فِي مُلْكِي شَيْئًا, يَ...

Hadits ke-25 Arba'in An-Nawawi: SEDEKAH

Sumber:  https://markazsunnah.com/hadis-ke-25-al-arbain-sedekah/ Para sahabat adalah manusia terdepan dalam beramal saleh. Semangat mengamalkan ilmu sudah mendarah daging dalam masyarakat sahabat. Bahkan mereka senantiasa berlomba-lomba dalam amalan, tak terkecuali sedekah. Sebagian sahabat yang miskin mengadu kepada Nabi   shallallahu ‘alaihi wa sallam   karena merasa tertinggal jauh oleh orang-orang kaya. Mari simak bersama penuturan Abu Dzar   radhiyallahu ‘anhu   di bawah ini dan bagaimana jawaban dari Rasulullah   shallallahu ‘alaihi wa sallam   yang dapat memperbaiki cara pandang kita terhadap konsep sedekah. عَنْ أَبي ذَرٍّ رضي الله عنه قال: أَنَّ أُنَاسَاً مِنْ أَصحَابِ رَسُولِ اللهِ ﷺ قَالوا للنَّبي ﷺ يَارَسُولَ الله: ذَهَبَ أَهلُ الدثورِ بِالأُجورِ، يُصَلُّوْنَ كَمَا نُصَلِّيْ، وَيَصُوْمُوْنَ كَمَا نَصُوْمُ، وَيَتَصَدَّقُوْنَ بفُضُوْلِ أَمْوَالِهِمْ، قَالَ : أَوَ لَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُوْنَ؟ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيْحَةٍ ص...

Potret Muslimah Wahdah jaksel Berbagi di Bulan Ramadhan

 Alhamdulillah, Ramadhan 1442 H, Muslimah Wahdah Jaksel kembali menyalurkan donasi dari para donatur berupa tebar ifthar, tebar fidyah, tebar sembako, hingga kado untuk da’i. Berikut beberapa potret Muslimah Wahdah Jaksel berbagi ke masyarakat:

Kesalahan Umum Saat Menyeduh Teh

Melansir dari laman Hufft ington Post, berikut adalah empat kesalahan yang sering dilakukan banyak orang dalam menyeduh teh: 1. Memanaskan ulang air yang sudah pernah dididihkan Ketika terdesak ingin segera menyesap teh, kita pasti pernah secara tak sengaja memanaskan kembali air yang sudah ada di dalam poci atau panci. Memanaskan kembali air yang sudah pernah mendidih sebelumnya adalah larangan dalam teknik menyeduh teh. Air seperti ini bisa mempengaruhi citarasa teh. Untuk seduhan teh terbaik, gunakan air dingin yang masih segar, yang belum pernah melalui proses perebusan sama sekali. Alasannya, kita butuh banyak oksigen untuk mengeluarkan seluruh aroma dan citarasa teh. Dan air yang dididihkan ulang, sudah berkurang banyak kandungan oksigennya. 2. Menambahkan susu di akhir seduhan Kesalahan kedua adalah menambahkan susu di akhir seduhan bukan di awal proses.  Profesor Alan Mackie dari Leeds University mengatakan bahwa kekayaan citarasa teh didapatkan dari banyak zat alami yang t...

Ketika Muslimah Haid/Nifas di akhir Ramadhan (2)

Alhamdulillah, pada postingan sebelumnya, kita sudah membahas tentang ridha’ dan tetap mengharap balasan dari Allah ta’ala jika ternyata harus melalui akhir Ramadhan dalam kondisi haid. Jangan berputus asa! Ternyata kita tetap bisa menghidupkan malam di akhir Ramadhan dengan kegiatan berikut: Membaca/Mentadabburi Al-qur’an tanpa menyentuh Mushaf Al-qur’an Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia yang paling lembut terutama pada bulan Ramadhan ketika malaikat Jibril ‘alihissalam menemuinya, dan adalah Jibril mendatanginya setiap malam di bulan Ramadhan, dimana Jibril mengajarkannya Al-Quran. Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam orang yang paling lembut daripada angin yang berhembus” (HR. Bukhari) Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-qur’an, tepatnya saat Lailatul Qadr. Menghidupkan akhir Ramadhan dengan semakin intens berinteraksi dengan Al-qur’an telah dicontohkan oleh para salafus shaleh. Bagi wanita haid, bisa ...