Langsung ke konten utama

Postingan

Digelar Secara Hybrid, Mukerda V Muslimah Wahdah Daerah Jakarta Selatan Taat Prokes

Muslimah Wahdah Jakarta Selatan menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) V pada Sabtu, 3 Rajab 1443 H/ 5 Februari 2022 di Aula Kampus Nusa Mandiri, Ragunan, Jaksel. Mukerda V bertujuan untuk menyusun program kerja strategis dalam satu tahun kedepan, dengan tajuk "Mengokohkan Peran Muslimah Wahdah dalam Mengatasi Persoalan Ummat dan Bangsa".  Digelar secara hybrid, Mukerda dilaksanakan  tetap taat prokes. Peserta yang hadir secara luring hanya pengurus inti dan ketua unit pengurus baru periode 2022 - 2026 M, ketua MWW sebagai pendamping jalannya Mukerda serta panitia pelaksana. Syarat lainnya mereka harus dalam keadaan sehat (tidak sedang flu,batuk, demam atau sakit lainnya). Sementara anggota unit, perwakilan MWW dan perwakilan MWD lain hadir secara daring. Dalam sambutannya, Ketua MWD terpilih Ustadzah Rusni Haris mengharapkan agar seluruh peserta dapat secara maksimal  menyampaikan masukan dan tanggapan yang berguna untuk perbaikan kerja dakwah kedepan.  Hadir ...

KEUTAMAAN SELALU DALAM KONDISI BERWUDHU

KEUTAMAAN SELALU DALAM KONDISI BERWUDHU Penulis : Ustadz Fakhrizal Idris, Lc., M.A. (Alumni S1 Fakultas Hadis Universitas Islam Madinah dan S2 Universitas Taibah Madinah) وَعَنْ بُرَيْدَةَ بنِ الحُصَيْبِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: أَصْبَحَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَعَا بِلَالًا فَقَالَ: ((يَا بِلَالُ، بِمَ سَبَقْتَنِي إِلَى الجَنَّة؟ فَمَا دَخَلْتُ الجَنَّةَ قَطُّ إِلَّا وَسَمِعْتُ خَشْخَشَتَكَ أَمَامِي، دَخَلْتُ البَارِحَةَ فَسَمِعْتُ خَشْخَشَتَكَ أَمَامِي، فَأَتَيْتُ عَلَى قَصْرٍ مُرَبَّعٍ مُشْرِفٍ مِنْ ذَهَبٍ، فَقُلْتُ: لِمَنْ هَذَا القَصْرُ؟ قَالُوا: لِرَجُلٍ عَرَبِيٍّ، فَقُلْتُ: أَنَا عَرَبِيُّ، لِمَنْ هَذَا القَصْرُ؟ قَالُوا: لِرَجُلٍ مِنْ قُرَيْشٍ، فَقُلْتُ: أَناَ قُرَشِيٌّ، لِمَنْ هَذَا القَصْرُ؟ قَالُوا: لِرَجُلٍ مِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ، فَقُلْتُ: أَنَا مُحَمَّدٌ، لِمَنْ هَذَا القَصْرُ؟ قَالُوا: لِعُمَرَ بنِ الخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ))، فَقَالَ بِلَال: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا أَذَّنْتُ قَطُّ إِلَّا صَلَّيْتُ رَكْعَتَيْنِ، وَمَا أَصَابَنِي حَدَث...

Raih Bahagiamu dengan Qana'ah

  Raih Bahagiamu dengan Qana’ah Oleh : Nurlaela.Dj Kebahagiaan adalah harapan dan dambaan setiap insan, siapapun dia. Dan keinginan untuk bahagia memang adalah bahagian dari fitrah sebagai manusia, maka tidak heran bahwa seseorang di belahan atau di sudut bumi manapun ia, akan melangkah dan berupaya meraih bahagianya. Dan maa syaa Allah diantara bentuk syamil dan kamil -nya agama Islam, ia tidak hanya memperhatikan dan berputar pada ceremonial ibadah saja. Bahkan mencakup seluruh aspek dan sisi kehidupan manusia. Diantaranya, kita melihat bagaimana luar biasanya perhatian syariat terhadap hal-hal yang memberi kemaslahatan dan kebahagiaan setiap hamba baik di dunia terlebih di akhirat.  Maka tentang bahagia, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan salah satu langkah untuk meraih bahagia di dalam kehidupan yakni dengan sifat qana'ah, dimana maknanya adalah rasa cukup/ puas terhadap nikmat karunia yang telah Allah berikan. Dan bahkan ketika seorang hamba memiliki ...

Apakah Antara Dagu dan Leher adalah Aurat?

  Apakah di bawah dagu termasuk aurat bagi wanita yaitu antara dagu dengan leher? Nama: Ibnu Hamzah Kota/kabupaten: Morowali Jawaban: ✍️ Dijawab oleh: Ust. Gampang Dadiyono, Lc (Anggota Komisi Ibadah Dewan Syariah Wahdah Islamiyah) الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، أما بعد: Para ulama berbeda pendapat tentang wajah wanita, sebagian mereka mengatakan bahwa wajah adalah aurat, dan sebagian yang lain mengatakan tidak termasuk aurat, bagi yang mengambil pendapat kedua, maka perlu mengetahui batasan-batasan wajah, sehingga dapat menyimpulkan dengan benar bahwa yang tidak termasuk bagian wajah adalah termasuk aurat yang wajib ditutupi. Dalam al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah disebutkan: “Para ahli fiqh sepakat bahwa dagu merupakan bagian dari wajah, maka wajib dibasuh ketika seseorang berwudhu”… kemudian dikatakan : adz-dzaqan (dagu) adalah tempat bertemunya dua lahy dari bawah, ( al-lahyaan ) yaitu dua tulang tempat tumbuh gigi-gigi bagian bawah. Dengan demikian maka bagian bawah dagu buk...

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Menyambut datangnya bulan Dzulhijjah, maka kami turunkan sebuah tulisan yang diambil dari Buletin Al fikrah tentang keutamaan 10 hari Pertama bulan Dzulhijjah. Semoga bermanfaat Segala puji bagi Allah سبحانه وتعالى , salam dan salawat kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم serta shahabat-shahabat beliau. Dalil-dalil tentang keutamaan 10 hari pertama di bulan dzuhijjah 1. Firman Allah سبحانه وتعالى : وَالْفَجْر ` وَلَيَالٍ عَشْر الفجر :1-2 “Demi fajar dan malam yang sepuluh” (QS. Al Fajr :1-2) Sebahagian besar ahli tafsir menafsirkan bahwa makna “Malam yang sepuluh” adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Dan sumpah Allah سبحانه وتعالى atas waktu tersebut menunjuk-kan keagungan dan keutamaannnya (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 4:535 dan Zaadul Maad 1:56) 2. Diriwayatkan dari shahabat Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلمbersabda : “Tidak ada hari-hari yang didalamnya amalan yang paling dicintai oleh Allah kecuali hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama bulan Dzulhijja...

Esensi Pemahaman Salafus Shalih

Oleh: Ustadz Salahuddin Guntung,Lc.MA.  Semangat untuk mengikuti pemahaman salaf saleh di kalangan umat Islam hari ini merupakan fenomena yang sangat menggembirakan. Slogan merujuk kepada Al- Qur`ān dan Sunnah berdasarkan pemahaman salaf saleh tidak asing lagi di kalangan aktifis dakwah. Hingga istilah “Ngaji Sunnah” pun tidak ketinggalan dalam ungkapan dan perbincangan orang-orang yang ingin meniti jalan keselamatan yang dijanjikan oleh Nabi shallahu alaihi wasallam. Sayangnya, istilah “pemahaman salaf” masih banyak yang belum mengerti esensinya. Kadang pemahaman satu atau dua atau segelintir orang di kalangan salaf terhadap suatu nas Al-Qur`ān atau hadis Nabi shallallahu alaihi wasallam digeneralisir menjadi pemahaman salaf. Sementara di sisi lain, sebagian salaf atau bahkan jumhur salaf memiliki pemahaman atau pendapat yang menyelisihi pemahaman tersebut. Artikel ini berusaha untuk menyorot esensi pemahaman salaf terhadap nas Al-Qur`ān dan Sunnah Nabi shalllahu alaihi wasallam u...

Bicara Cinta

  *Bicara Cinta* Kita semua sepakat Bahwa bukanlah cinta jika hanya sebatas kata Sebab cinta akan menunjukkan bukti Bahkan tanpa dipinta Karena demikianlah fitrah cinta yang sejati Seperti seorang ibu, yang rela terjaga demi buah hati yang sedang menangis di tengah malam Seperti seorang ayah, yang rela bermandikan peluh, menanggung penatnya bekerja demi nafkah keluarga Seperti seorang anak, yang rela menggendong ibunya thawaf di Kakbah Atau seperti seorang lelaki yang tetiba mengetuk pintu rumah dan berjuang menghalalkan seorang gadis dengan sebaik-baiknya Maka kita semua selalu sepakat Bahwa cinta seharusnya memiliki bukti nyata Lalu, tidakkah kita tahu bahwa Robb kita tabaraka wata’ala memberikan kita begitu banyak bukti rahman-Nya? Udara yang kita hirup, jantung yang masih berdegup, mata yang masih bisa melihat, awan yang membawa hujan.. Ah.. di antara bukti-bukti itu, ada bukti cinta yang sangat nyata yang Allah tabaraka wata’ala turunkan..  Tahukah engkau? Bukti cinta All...