Langsung ke konten utama

Postingan

TAKLIM FIKIH MUSLIMAH - SHALAT (1)

  *Bismillahirrahmanirrahim*  🔴 *PEMBAHASAN LANJUTAN*  *T A K L I M F I K I H M U S L I M A H* --------------------------------------------------   📚 *"Bab : S H O L A T "*  #Bagian 1 Narasumber : Ustazah Nurlaela Dj  (Da'iyah Muslimah Wahdah Jakarta Selatan) InsyaaAllah pada : 🗓️ Ahad, 27 November 2022  ⏰ Pukul : 10.00 - 11.30 WIB 🎥 Via Google Meet   ---------------🌾🌾🌾----------------- ☎️ More info: wa.me/6285894532935 ♻️Mari Dukung Dakwah Muslimah Wahdah Daerah Jakarta Selatan dengan donasi minimal Rp.10,000 ⬇️⬇️⬇️ Rekening Donasi : 7474732333 Bank Syariah Indonesia (BSI) a.n MUSLIMAH WI JAKARTA SELATAN  *Presented by:* UNIT DAKWAH MUSLIMAH WAHDAH JAKARTA SELATAN  📲Follow Use : Blog : http://muslimahwahdahjaksel.blogspot.com Instragram : https://instagram.com/muslimahwahdahjaksel Facebook : https://www.facebook.com/MuslimahWahdahJaksel/ #TAKLIMFIQIHMUSLIMAH #MUSLIMAHWAHDAHJAKSEL

Amalan Penghapus Dosa - Sholat 5 Waktu

  Amalan Penghapus Dosa (8)  Shalat 5 Waktu Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah kalian, seandainya ada sebuah sungai di dekat pintu salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali, apakah akan tersisa kotorannya walau sedikit?” Para sahabat menjawab, “Tidak akan tersisa sedikit pun kotorannya.” Beliau berkata, “Maka begitulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapuskan dosa.” (HR. Bukhari no. 528 dan Muslim no. 667) Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah menerangkan, “Shalat yang bisa membersihkan kotoran dosa adalah shalat yang sempurna. Di dalam shalat tersebut dikerjakan secara sempurna, hati hadir dalam shalat dan seseorang yang shalat benar-benar bermunajat pada Allah. Jika demikian, setelah shalat, ia dapat apa yang ingin diraih yaitu pahala yang besar dan Allah menghapuskan kesalahannya.” (Syarh Riyadhis Sholihin, 5: 49). #...

Menjadikan Rumah Serasa Surga

  Seorang ibu mempunyai peran yang sangat penting dalam menciptakan kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangganya. Seorang ibu adalah ratu, manager dan pemegang kendali dalam sebuah rumah tangga. Rumah adalah tempatnya berkarier sekaligus pusat kegiatannya.  Tak berlebih sekiranya dikatakan bahwa sebuah peradaban itu dimulai dari rumah. Dari rumahlah seorang anak lahir, tumbuh dan membesar yang akan sangat menentukan masa depannya kelak. Dari rumahlah juga seorang suami seharusnya mendapatkan ketenangan dan ketentraman setelah seharian berjibaku mencari nafkah di luar rumah demi memenuhi kebutuhan anggota keluarganya.  Kita sering mendengar ungkapan baiti jannati; rumahku surgaku. Rumah yang bukan sekedar megah dan mewah layaknya sebuah istana. Namun rumah yang mampu memberikan rasa tentram, kedamaian serta kebahagiaan layaknya sebuah surga di dunia. Untuk mewujudkannya, seorang ibu tidak hanya harus shalihah namun ia juga harus cerdas dan kreatif. Seorang ibu harus senan...

Kisah Sang Tukang Sisir

 _ Bismillahirrahmanirrahiim _ Dengan nama Rabbul ‘alamin, Ar-Rahman, Ar-rahiim Ukhti , ingin kukisahkan padamu kisah yang diberitakan oleh Sang Nabi Tentang keteguhan seorang wanita shalihah yang menusuk langit dengan mewanginya Membuat bertanya-tanya Rasulullah di saat isra’nya Ialah wanita tukang sisir anak Fir’aun Yang namanya pun mungkin tak kita tahu Tetapi wanginya semerbak harum  Membuat kita iti dan juga semoga semangat untuk meneladaninya Sebuah kisah darinya yang diuji dengan fitnah berat dunia Namun, begitulah dunia dibandingkan akhirat Sungguh sangat sedikit ‎قُلۡ مَتَاعُ الدُّنۡيَا قَلِيۡلٌ‌ ۚ وَالۡاٰخِرَةُ خَيۡرٌ لِّمَنِ اتَّقٰى وَلَا تُظۡلَمُوۡنَ فَتِيۡلًا “Katakanlah, "Kesenangan di dunia ini hanya sedikit dan akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa (mendapat pahala turut berperang) dan kamu tidak akan dizhalimi sedikit pun." (Qs. An-nisa: 77) Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “...

PERBAIKI FOKUS HIDUPMU

  PERBAIKI FOKUS HIDUPMU PERTANYAAN: Adakah hadis yang menjelaskan bahwa, “Barang siapa yang orientasi hidupnya hanya untuk dunia, maka dia akan mendapat apa yang dia inginkan dan tidak mendapat bagian di akhirat?” Bagaimana dengan orang yang tujuan ibadahnya untuk mendapat dunia, seperti beribadah dengan tujuan rezekinya lancar sehingga ia mudah membeli kebutuhannya. Apakah hal ini dibolehkan? Apakah orangnya tidak mendapat bagian di akhirat? (Khairul Anwar, Banyuwangi-Jawa Timur) JAWABAN: Hadis yang dimaksud dalam pertanyaan ini redaksinya seperti berikut: عن زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُوْلَ اللهِ ﷺ يَقُوْلُ: مَنْ كَانَ هَمُّهُ الْآخِرَةَ، جَمَعَ اللهُ شَمْلَهُ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ، وَمَنْ كَانَتْ نِيَّتُهُ الدُّنْيَا، فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ ضَيْعَتَهُ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ Artinya: Dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu anhu, beliau m...

Membenahi Ukhuwah Kita

  Membenahi Ukhuwah Kita Oleh: umA di Bumi Allah Ukhuwah itu bukan fatamorgana Ia sungguh benar-benar ada Hanya saja, suka tak suka, hari ini kita dihadapkan kenyataaan berat Ukhuwah, entah mengapa, seolah mati rasa Masih adakah penerus Sa’ad bin Ar-Rabi yang rela melepaskan hartanya hingga separuhnya untuk saudaranya yang berhijrah karena Allah? Masih adakah penerus Salman Al-Farisi yang bahkan meridhai dan turut berbahagia ketika ternyata wanita idamannya malah memilih sahabatnya sendiri? Masih adakah penerus 3 sahabat di Perang Yarmuk yang saling merelakan air di saat sakaratnya hingga mereka rela menjemput syahid dalam keadaan dahaga? Allahu akbar.. Masih adakah wajah manis yang seharusnya bisa lebih indah kepada saudara seiman yang sama-sama berjuang di jalan Allah? Masih adakah tegur sapa ringan yang boleh jadi menguatkan jiwa yang sedang resah? Kemanakah rangkulan-rangkulan yang saling menguatkan, padahal kita berkata ‘sama-sama pejuang Allah’? Banyak yg memilih mundur nyata...

SURAT CINTA DI AKHIR RAMADHAN

  Surat Cinta di Akhir Ramadhan Oleh: umA  Assalamu’alaikum B agaimana kabarmu di akhir Ramadhan? Apakah engkau berbahagia? Ataukah air mata tengah membasahi pipimu? Atau.. mungkin perasaan campur aduk entah bagaimana mengutarakannya. Sahabat, di akhir Ramadhan ini, tidak semua kita memiliki kondisi yang sama. Ada yang diberikan kemampuan oleh Allah untuk beri’tikaf, memaksimalkan tilawah hingga berkali-kali khatam, atau dimudahkan untuk menegakkan punggung berdiri berlama-lama shalat.  Tapi ada juga, yang harus menahan pedih terbaring tak berdaya, menitikkan air mata karena tak mampu puasa, atau harus mengorbankan waktu dan tenaga untuk sesuap nasi keluarga. Tapi, tahukah kawan, rahmat Allah begitu luas! Ibadah itu semua yang diridhai Allah, tak terbatas pada shalat dan puasa saja, walau keduanya adalah amalan paling utama. Namun, ada di antara kita yang harus membantu orang tua mengaduk-aduk beras atau mengisi ketupat. Itu pun bisa bernilai ibadah jika niat kita untuk m...