Langsung ke konten utama

Postingan

HUKUM BERKURBAN

HUKUM BERKURBAN Para pembaca yang dirahmati Allah, tak lama lagi kita akan memasuki bulan Dzulhijjah. Itu artinya kita berada di hari-hari yang paling mulia dalam setahun yaitu hari Raya Idul Adha dan sepuluh hari awal pada bulan dzulhijjah. Pada hari - hari tersebut, kita dianjurkan untuk mengisinya dengan beragam ibadah dan amal shaleh, diantaranya udhhiyah atau berkurban. MAKNA KURBAN secara bahasa adalah sembelihan, jama’nya adhaah.  Adapun secara istilah “Apa-apa yang disembelih dari hewan ternak baik berupa unta, sapi ataupun kambing untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala“.  DALIL KURBAN Adapun dalil-dalil persyariatannya dalam Al-Qur’an, diantaranya firman Allah subhanahu wata’ala : وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ ۖ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ ۖ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ “Dan unta-unta itu K...

Muslimah Wahdah Jaksel Tebar Ifthar ke Tujuh Titik

  Muslimah Wahdah Jaksel Tebar Ifthar ke Tujuh Titik Jakarta-Bulan ramadhan memiliki banyak keutamaan, salah satunya berbagi makanan untuk berbuka puasa. Muslimah Wahdah Jaksel berpartisipasi dalam Tebar Ifthar Nusantara serentak pada hari Jum'at (31/3/2023).  Sebanyak 255 kotak makanan di distribusikan ke tujuh titik. Antara lain; Kebagusan, Tanjung Barat, Lenteng Agung, Lapak Pemulung H. Shoibun, Lapak Menara, Sekitar Rumah Qur'an Muslimah Wahdah Jaksel di Ragunan, dan Posko pengungsian korban kebakaran Pekayon, Jakarta Selatan.  Kegiatan tebar ifthar ini disambut baik oleh masyarakat. Ratinah, salah satu penerima makanan, antusias mendoakan, "Semoga donatur dan penyalurnya Allah limpahkan rezekinya ya, semoga sehat, panjang umur dan berkah", ujarnya.  Salah seorang panitia, Siti Afnani sangat senang karena dilibatkan menyalurkan makanan kepada masyarakat. "Alhamdulillah bersyukur sekali bisa membantu dalam penyaluran tebar ifthar nusantara Muslimah Wahdah Jaks...

MENJAUHI NERAKA DENGAN SEPOTONG KURMA

  REDAKSI HADIS: عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ رضي الله عنه قَال: ذَكَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّارَ فَتَعَوَّذَ مِنْهَا وَأَشَاحَ بِوَجْهِهِ ثُمَّ ذَكَرَ النَّارَ فَتَعَوَّذَ مِنْهَا وَأَشَاحَ بِوَجْهِهِ -قَالَ شُعْبَةُ أَمَّا مَرَّتَيْنِ فَلَا أَشُكّ- ثُمَّ قَالَ:  اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ   فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ Dari ‘Ādī bin Ḥātim  raḍiyallāhu ‘anhu,  dia berkata,  “Nabi  ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam  menyebut tentang neraka, lalu beliau memohon perlindungan darinya sambil memalingkan wajahnya, kemudian beliau menyebutkan tentang neraka lagi lalu memohon perlindungan darinya sambil memalingkan wajahnya.” Syu’bah (salah seorang perawi hadis) berkata, “Adapun sebanyak dua kali, saya tidak ragu bahwa beliau (Nabi) mengatakan dan melakukannya.” Kemudian Nabi  ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam  bersabda, “ Takutlah kalian (jauhkanlah diri kalian) dari neraka walau dengan sepotong kurma...

Apakah Boleh Seorang Muslim Merayakan Tahun Baru?

  Wahdah.or.id -  Meskipun hampir setiap menjelang pergantian tahun baru, hujan mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia dengan deras, hal itu tidak menyurutkan semangat warga masyarakat untuk menyambut tahun baru. Apa yang terjadi pada malam pergantian tahun baru, pembaca mungkin lebih tahu. Mulai dari aneka hiburan, pesta pora, hura-hura, perzinaan, dan lain-lain, hadir dalam perayaan malam itu. Belum lagi kalau kita membicarakan hukum merayakan pergantian tahun baru masehi, boleh atau tidak, haram atau tidak bagi kaum Muslimin. Tahun baru masehi sebenarnya berhubungan dengan keyakinan agama Nasrani. Masehi adalah nama lain dari Isa Almasih dalam keyakinan Nasrani. Sejarahnya, menurut catatan di Encarta Reference Library  Premium 2005, orang pertama yang membuat penanggalan kalender adalah seorang kaisar Romawi terkenal bernama Gaisus Julius Caesar. Itu dibuat pada tahun 45 SM jika menggunakan standar tahun yang dihitung mundur dari kelahiran Yesus Kristus. Tapi pada ...

Benarkah Akhir Tahun Hanya Kebiasaan?

Sumber: wahdah.or.id Alhamdulillah, segala puji bagi Allah tabaraka wata’ala atas nikmat indah yang terus menerus kita rasakan. Mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki, tak terhingga nikmat-Nya. Dari yang kita pinta bahkan yang diberi-Nya tanpa kita pinta pun, sudahkah diri bersyukur kepada-Nya? Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah untuk Khatamun nabiy, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Begitu pula ahlul bait, sahabat, dan para pengikut beliau yang iltizam hingga yaumil akhir. Semoga kita termasuk di antara mereka. Sahabat, akhir tahun telah tiba, kegiatan rutin tahunan pun mulai menyeruak kembali. Tapi, tahukah kita, bahwa di antara “kebiasaan” masyarakat di akhir tahun, ada yang merupakan bagian dari ‘ritual’ agama non Islam loh! Padahal, Allah ta’ala berfirman: Katakanlah (Muhammad), "Wahai orang-orang kafir! aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah, dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, d...

TAKLIM FIKIH MUSLIMAH - SHALAT (1)

  *Bismillahirrahmanirrahim*  🔴 *PEMBAHASAN LANJUTAN*  *T A K L I M F I K I H M U S L I M A H* --------------------------------------------------   📚 *"Bab : S H O L A T "*  #Bagian 1 Narasumber : Ustazah Nurlaela Dj  (Da'iyah Muslimah Wahdah Jakarta Selatan) InsyaaAllah pada : 🗓️ Ahad, 27 November 2022  ⏰ Pukul : 10.00 - 11.30 WIB 🎥 Via Google Meet   ---------------🌾🌾🌾----------------- ☎️ More info: wa.me/6285894532935 ♻️Mari Dukung Dakwah Muslimah Wahdah Daerah Jakarta Selatan dengan donasi minimal Rp.10,000 ⬇️⬇️⬇️ Rekening Donasi : 7474732333 Bank Syariah Indonesia (BSI) a.n MUSLIMAH WI JAKARTA SELATAN  *Presented by:* UNIT DAKWAH MUSLIMAH WAHDAH JAKARTA SELATAN  📲Follow Use : Blog : http://muslimahwahdahjaksel.blogspot.com Instragram : https://instagram.com/muslimahwahdahjaksel Facebook : https://www.facebook.com/MuslimahWahdahJaksel/ #TAKLIMFIQIHMUSLIMAH #MUSLIMAHWAHDAHJAKSEL

Amalan Penghapus Dosa - Sholat 5 Waktu

  Amalan Penghapus Dosa (8)  Shalat 5 Waktu Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah kalian, seandainya ada sebuah sungai di dekat pintu salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali, apakah akan tersisa kotorannya walau sedikit?” Para sahabat menjawab, “Tidak akan tersisa sedikit pun kotorannya.” Beliau berkata, “Maka begitulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapuskan dosa.” (HR. Bukhari no. 528 dan Muslim no. 667) Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah menerangkan, “Shalat yang bisa membersihkan kotoran dosa adalah shalat yang sempurna. Di dalam shalat tersebut dikerjakan secara sempurna, hati hadir dalam shalat dan seseorang yang shalat benar-benar bermunajat pada Allah. Jika demikian, setelah shalat, ia dapat apa yang ingin diraih yaitu pahala yang besar dan Allah menghapuskan kesalahannya.” (Syarh Riyadhis Sholihin, 5: 49). #...