Langsung ke konten utama

Postingan

Normalisasi Kemugkaran

  Normalisasi Kemungkaran Entahlah mengapa belakangan ini kepikiran Bahwa sebagian besar kita menjadi sasaran Agar secara tak sadar menormalisasi kemungkaran Di bawah naungan “Ini hidup gue!” atau “Jangan ngurusin orang!”   Memang benar sih, kalau hidup itu pilihan dan kitalah yang akan bertanggung jawab atas pilihan itu Tapi, kalau kita muslim, agama kita memerintahkan:  وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ   ۝١٠٤ “Dan hendaklah ada segolongan kaum yang menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”. (Q.S. Ali Imran: 104) Walaupun agama itu tidak dipaksakan, Allah ta’ala telah menegaskan mana agama terbaik dan diridhai-Nya Yah, setelah itu, silakan terima konsekuensi aja.   Islam itu bukan sekadar pengakuan. Tapi pengamalan oleh hati, lisan, dan perbuatan. Ketika ada yang membuat kehebohan...

Meski Terbatas, Muslimah Wahdah Jaksel Gelar Mukerda VII Penuh Khidmat

  Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Jakarta Selatan (MWD Jaksel) menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) VII secara  hybrid  di Ma'had Fathimah Thaher, Cirendeu, Tangerang dan daring via Zoom, Sabtu (3/2/2024).   Dengan meja sederhana tanpa kursi di dalam ruangan yang agak sempit, tidak mengurangi semangat dan keseriusan peserta dalam mengikuti jalannya sidang.  Bukan tanpa alasan, beberapa pekan sebelum pelaksanaan Mukerda, Ustadzah Rusni selaku Ketua MWD Jaksel mengalami musibah kecelakaan yang mengharuskannya tidak boleh banyak bergerak.  Sehingga kegiatan yang seyogyanya dilaksanakan di Puncak, Bogor ditunda dan dialihkan ke kediaman Ustadzah Rusni. Turut hadir memberikan sambutan Ketua DPD Wahdah Islamiyah Jaksel, Ustadz Binsar yang memberikan apresiasi kepada pengurus yang asli warga Jaksel, "Dakwah bisa berkembang jika orang-orang daerah tersebut telah masuk ke gelanggang dakwah. Karena ada kalanya penduduk di suatu daerah lebih mendengar nasehat dar...

KISAH GADIS EMBER (PART 9 "Hadiah Istimewa untuk Bunda Hebat")

    Kisah Gadis Ember Sembilan belas tahun yang lalu, seorang bayi perempuan yang sehat lahir di tengah-tengah masyarakat Kano ,  Nigeria . Tangis sang bayi memecah keheningan dan membawa tawa bagi keluarganya. Namun, siapa sangka, tawa tersebut akan berubah begitu cepat. Rahma Haruna, nama bayi kecil itu, berhenti "tumbuh" saat usianya menginjak 6 bulan. Seperti dikutip dari  Daily Mail , Kamis (21/7/2016), kondisi misterius tubuh Rahma itu terjadi saat gadis kecil itu tiba-tiba duduk tanpa belajar merangkak terlebih dahulu. Pada saat berusia 6 bulan, dia menderita demam tinggi yang disertai sakit perut. "Setiap kali demam dan sakit perut, kaki dan tangannya tidak bisa digerakkan," kata sang ibu, Fadi. Hari berganti dan mulai terlihat keanehan dalam pertumbuhan tubuh Rahma kecil. Kepalanya tumbuh membesar, namun tungkainya tidak "bergerak" sama sekali. Sejak saat itu, tungkai sang gadis yang kini berusia 19 tahun itu berhenti tumbuh. Rahma pun...

MUHASABAH, BAGAIMANA SYUKUR KITA? (PART 8 "Hadiah Istimewa untuk Bunda Hebat")

  Muhasabah, Bagaimana Syukur Kita?   “Dan sedikit dari hamba-Ku yang bersyukur,” (potongan terjemah ayat 13 surah Saba’). Begitulah faktanya, dan memang kita saksikan. Bahkan, kita menjadi saksi atas diri kita sendiri. Bagaimana syukur kita yang masih jadi PR. Kenapa? Karena nikmat Allah ta’ala tercurah begitu besar untuk kita. Tentang mata yang masih bisa melihat, atau telinga yang masih mendengar, atau lidah yang masih mengecap rasa. Tentang helai-helai rambut yang menghiasi kepala kita, keberadaan kulit yang melindungi organ tubuh kita, tentang senyum, bahkan kotoran yang masih bisa dikeluarkan dengan baik. Sungguh jika kita resapi dengan teliti, nikmat Allah ta’ala sungguh sangat banyak, sangat indah. Otak adalah struktur paling kompleks dan penuh teka-teki di alam semesta. Organ itu juga berisi lebih banyak neuron (sel saraf) daripada jumlah bintang di galaksi. (Sumber: getty image, BBC.com) Sepanjang hidup kita, otak kita terus-menerus berubah. Maka dar...

PERBANYAK ISTIGHFAR DAN MUHASABAH (PART 7 "Hadiah Istimewa untuk Bunda Hebat")

  Perbanyak Istighfar dan Muhasabah Sungguh di antara sebab musibah adalah dosa dan maksiat. Boleh jadi kita sering lalai, sering sombong, mengabaikan tabir-tabir larangan Allah ta’ala sehingga Allah ta’ala pun menegur kita dengan musibah. Agar kita kembali kepada kebenaran. Tetapi sungguh Tuhan kita Maha Pemurah lagi Maha Pengampun, sebesar apa pun khilaf kita, Dia sangat senang dengan taubat sang hamba. Bahkan, menjanjikan begitu banyak keutamaan bagi mereka yang bertaubat, kembali pada-Nya. Di antara keutamaannya, istighfar akan mendatangkan keberkahan, di antaranya dalam bentuk hujan. Sebagaimana Nabi Nuh ‘alaihi salam mengajarkan kepada umatnya. فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا . يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا “maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat”.  (QS. Nuh: 10-11) Bahkan banyak beristighfar membuka pint...

KISAH IBUNDA IMAM BUKHARI (PART 6 "Hadiah Istimewa untuk Bunda Hebat")

  Kisah Ibunda Imam Bukhari Bukhari lahir pada hari Jumat, 13 Syawal 194 H. Ayahnya bernama Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah, yaitu seorang ulama ahli hadis. Namun, sejak Bukhari kecil ayahnya telah meninggal dunia dan meninggalkan ilmu untuk sang anak.   Berdasarkan buku Ibunda Tokoh-Tokoh Teladan karya Jumuah Saad, Imam Bukhari pernah mengalami rasa sakit pada kedua matanya saat masih kecil. Ternyata, sakitnya tersebut menyebabkan beliau mengalami kebutaan.   Menghadapi hal tersebut, ibunda  Imam Bukhari  senantiasa menekuni doa sepanjang malam dan siang, dengan penuh kejujuran dan air mata, serta selalu berbaik sangka kepada Allah subhanahu wata’ala. Dia tidak putus asa dan terus mengadu kepada Allah tentang kebutaan anaknya.   Hingga suatu malam, ketika ibunda Bukhari terlelap dalam tidurnya, dia bermimpi melihat Nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang berkata pada dirinya. “Wahai perempuan, sungguh Allah telah mengembalikan penglihatan...

IRINGI DENGAN KETAATAN (PART 5 "Hadiah Istimewa untuk Bunda Hebat")

  Iringi dengan Ketaatan Penulis: umA “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia  berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran .” (Terjemah Q.s. Al-Baqarah: 186) Allah ta’ala pasti akan mengabulkan do’a selama seseorang menjauhi hal-hal yang menyebabkan do’a itu terkatung-katung atau tertolak, misalnya makanan dan pakaian haram. Di sisi lain, Allah ta’ala pun membocorkan sebab-sebab do’a itu mudah dimakbulkan. Selain dengan memenuhi adabnya, juga mengiringi do’a itu dengan ketaatan. Allah  Ta’ala  juga berfirman, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِين َ “ Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar ”  (QS. Al Baqarah: 153) Dal...